MJNEWS.ID – Aksi nekat dua warga negara asing (WNA) asal Iran berakhir di tangan aparat. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Bareskrim Polri membongkar laboratorium sabu tersembunyi di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Dari operasi gabungan ini, petugas menyita total sekitar 13 kilogram metamfetamina dan menangkap dua pria yang diduga bagian dari jaringan narkoba internasional.
Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai saat memeriksa paket kiriman internasional asal Iran di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, pada 12 Februari 2026.
Melalui mesin pemindai (x-ray), terlihat benda mencurigakan tersembunyi di dinding kemasan peti kulit. Setelah diuji laboratorium, kristal biru tersebut positif mengandung narkotika golongan I jenis metamfetamina dengan berat sekitar 11,56 kilogram.
Tak mau buru-buru menangkap, aparat memilih taktik controlled delivery atau penyerahan terkendali. Paket tetap dikirim untuk memancing penerimanya. Hasilnya, pada Jumat (13/2/2026), seorang pria berinisial KKF diringkus di sebuah apartemen kawasan Pluit, Jakarta Utara. Sehari kemudian, Sabtu (14/2/2026), rekannya berinisial SB ikut diamankan. Keduanya sama-sama warga negara Iran.
Dari pengembangan, terbongkarlah fakta mengejutkan. Sebuah unit apartemen di Sunter ternyata dijadikan laboratorium clandestine alias pabrik sabu rumahan.
Di lokasi ini, aparat menemukan tambahan sabu seberat 1.683 gram lengkap dengan peralatan produksi seperti kompor portabel, timbangan digital, cairan kimia, alat penggiling, hingga limbah sisa pengolahan.
Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menyebut jaringan ini bukan sekadar penerima paket, melainkan juga memproduksi dan mengolah ulang sabu sebelum diedarkan.
“Setiap kilogram yang kita gagalkan berarti menyelamatkan ribuan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Keberadaan laboratorium narkoba di kawasan padat penduduk juga dinilai sangat berbahaya. Selain rawan kebakaran akibat bahan kimia mudah terbakar, paparan zat beracun bisa mengancam kesehatan warga sekitar tanpa mereka sadari.
Kini kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan. Penyidik masih memburu kemungkinan jaringan internasional lain yang terlibat, termasuk jalur distribusi dari luar negeri hingga peredaran di dalam negeri.
Kasus ini jadi alarm keras: modus penyelundupan makin canggih, dari kiriman pos hingga apartemen mewah disulap jadi pabrik narkoba. Aparat memastikan, perburuan jaringan narkotika tak akan berhenti di sini.












