BeritaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Buka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana

126
×

Gubernur Sumbar Buka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi pasangkan tanda pengenal kepada peserta Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana
Gubernur Sumbar, Mahyeldi pasangkan tanda pengenal kepada peserta Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Mahyeldi Ansharullah, membuka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2026 di Aula BPSDM Sumbar, Senin (6/4/2026).

Dalam acara tersebut dihadiri Forkopimda Sumbar yang mewakili, Kepala Pelaksana BPBD yang mewakili, Kepala BPSDM Sumbar, Kepala Pusat Studi Bencana UNP atau yang mewakili, Koordinator Kogami Sumbar, Ketua Yayasan Langkah Indonesia Berkelanjutan Sumbar.

ADVERTISEMENT

Menurut Mahyeldi, Provinsi Sumbar merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, baik bencana geologi maupun hidrometeorologi, dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan gelombang pasang menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi frekuensi maupun dampaknya.

“Seringnya terjadi bencana di Sumbar menjadi dasar dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana di Sumbar,” kata Mahyeldi.

Sehingga upaya yang dilakukan bersama seluruh pihak terkait untuk menyusun pedoman bisa menjadi arah dan kebijakan ketika menangani bencana di Sumbar.

“Kami berharap dokumen yang dibuat nanti bisa diskusikan dengan baik sehingga bisa menjadikan peluang bersama dalam menangani bencana yang ada di Sumbar,” ujarnya.

Mahyeldi minta agar penyusunan rencana kontingensi bencana penting dan menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dapat mengintervensi kegiatan yang dilakukan sebelum terjadi bencana, terjadi bencana dan pasca terjadi bencana.

Khusus pada tahun 2025, Sumbar menghadapi salah satu peristiwa bencana hidrometeorologi terbesar yang melanda wilayah Sumatera, termasuk Sumatera Barat.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 dipicu oleh curah hujan ekstrem yang diperparah oleh fenomena siklon tropis di sekitar wilayah sumatera.

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak bencana di sumatera barat sangat signifikan, dengan korban jiwa mencapai sekitar 264 orang meninggal dunia, puluhan orang hilang, serta ratusan lainnya mengalami luka-luka.

“Secara keseluruhan dalam skala pulau sumatera, bencana ini menyebabkan lebih dari 1.200 korban meninggal dunia, jutaan masyarakat terdampak, dan lebih dari 1 juta jiwa mengungsi,” jelasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT