BeritaInfrastrukturSumatera Barat

Sekdaprov Sumbar Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Lintas Daerah dalam Perencanaan Infrastruktur

9
×

Sekdaprov Sumbar Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Lintas Daerah dalam Perencanaan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar di Bukittinggi membahas perencanaan pembangunan infrastruktur
Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumbar di Bukittinggi. (f/pemprov)

Mjnews.id – Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi menegaskan pentingnya sinkronisasi lintas pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan infrastruktur tahun 2027.

Penegasan itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam Forum Perangkat Daerah urusan Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) se-Sumatera Barat (Sumbar) di Bukittinggi, Selasa (21/04/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam kapasitasnya sebagai pengarah kebijakan pembangunan daerah, Sekda menekankan bahwa forum perangkat daerah harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memastikan keterpaduan perencanaan antar level pemerintahan.

“Forum ini harus menjadi ajang untuk menyamakan persepsi dan arah kebijakan, agar pembangunan bidang ke PU-an tahun 2027 di Sumatera Barat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, luasnya kewenangan Pemprov Sumbar, termasuk pengelolaan sekitar 1.600 kilometer ruas jalan provinsi, menuntut kolaborasi yang kuat dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Tidak ada pekerjaan yang bisa kita selesaikan sendiri. Sinergi provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Sekda juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyusun perencanaan yang responsif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memastikan setiap usulan program memiliki kejelasan arah dan dampak.

“Silakan sampaikan usulan yang bisa kita koordinasikan bersama untuk pelaksanaan tahun 2027, karena kehadiran pemerintah adalah untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan tingginya ekspektasi publik terhadap sektor ke PU-an, sehingga setiap program harus dijalankan sesuai ketentuan serta dikawal dengan komunikasi yang baik.

Selain itu, pengalaman bencana hidrometeorologi sebelumnya menjadi pengingat pentingnya koordinasi yang solid dan terintegrasi dalam setiap tahapan pembangunan.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT