BeritaKemenagKota Sawahlunto

Tahsin Alquran untuk ASN Kemenag Kota Sawahlunto Semakin Eksis

25
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Zulfahmi
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Sawahlunto, Zulfahmi. (f/ist)

Mjnews.id – Kegiatan tahsin Alquran yang diinisiasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto yang dikhususkan untuk ASN di lingkup Kantor Kemenag setempat, semakin eksis dilaksanakan, seperti yang dilaksanakan pada hari ini di Aula Kemenag Sawahlunto, Kamis 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Zulfahmi, S.Sos.I.

ADVERTISEMENT

Dalam penyampaiannya, Zulfahmi menjelaskan pentingnya memahami makharijul huruf sebagai dasar membaca Alquran dengan benar. Menurutnya, setiap huruf hijaiyah memiliki tempat keluar (makhraj) yang berbeda sehingga harus dilafalkan sesuai kaidah tajwid.

Ia menjelaskan bahwa makharijul huruf secara umum terbagi menjadi lima bagian utama, yaitu Al-Jauf (rongga mulut dan tenggorokan), Al-Halq (tenggorokan), Al-Lisan (lidah), Asy-Syafatain (dua bibir), dan Al-Khaisyum (pangkal hidung).

“Setiap huruf memiliki tempat keluarnya masing-masing. Jika huruf tidak keluar dari makhraj yang tepat, maka bacaan Alquran dapat berubah dan menjadi tidak sempurna,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memperbaiki pelafalan huruf-huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah yang benar agar kualitas bacaan Alquran semakin baik.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa ASN Kementerian Agama harus terus meningkatkan profesionalitas, tidak hanya dalam melaksanakan tugas kedinasan tetapi juga dalam aspek ibadah.

Menurutnya, kemampuan membaca Alquran dengan baik merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh ASN Kementerian Agama sebagai teladan di tengah masyarakat.

“ASN Kementerian Agama harus terus meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam membaca Alquran. Bagi laki-laki, kemampuan membaca Alquran dengan baik sangat penting karena mereka akan menjadi imam dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

(Uni)

Exit mobile version