BeritaKota PadangSumatera Barat

Gerakan ASRI, Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Jadikan Budaya Bersih sebagai Gaya Hidup

52
Gerakan Indonesia Asri Tahun 2026 di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Kota Padang
Gerakan Indonesia Asri Tahun 2026 di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Kota Padang. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya bersih sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Gerakan Indonesia Asri (ASRI) Tahun 2026 bertema “Lingkungan Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Hebat” di Lapangan Pantai Purus Cimpago, Kota Padang, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari gerakan nasional menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

ADVERTISEMENT

Mahyeldi mengatakan, Gerakan Indonesia Asri selaras dengan nilai-nilai agama sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden Republik Indonesia dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Program ASRI sangat sejalan dengan ajaran agama maupun kebijakan pemerintah. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjadi bagian dari gerakan ini. Jika dilaksanakan secara konsisten, gerakan ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurut Gubernur, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah dengan baik harus menjadi budaya yang terus ditanamkan sejak dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Ia menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang dihadapi pemerintah pusat maupun daerah. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan pemerintah setiap tahun.

Mahyeldi mengungkapkan, Pemerintah Kota Padang mengalokasikan sekitar Rp24 miliar setiap tahun untuk penanganan sampah. Anggaran tersebut, katanya, sejatinya merupakan konsekuensi dari perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Biaya yang besar itu sesungguhnya adalah biaya dari perilaku. Semakin rendah kesadaran masyarakat, semakin besar pula anggaran yang harus disiapkan pemerintah untuk mengangkut, mengelola, dan membersihkan sampah,” tegasnya.

Selain membebani anggaran, Mahyeldi mengingatkan bahwa sebagian besar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia kini telah mengalami kelebihan kapasitas. Kondisi serupa juga mulai dirasakan pada TPA Regional Sumatera Barat yang dibangun Pemerintah Provinsi untuk melayani sejumlah kabupaten dan kota.

Karena itu, ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas TPA, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Exit mobile version