pemkab muba
BeritaKota Payakumbuh

Inovasi Pendidikan dan Pengelolaan Sampah Payakumbuh Dipresentasikan di Seminar PKN II LAN

22
×

Inovasi Pendidikan dan Pengelolaan Sampah Payakumbuh Dipresentasikan di Seminar PKN II LAN

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, S.Pd., MSE dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra, ST dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, S.Pd., MSE dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra, ST dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan PKN Tingkat II. (f/pemko)

Mjnews.id – Sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta yang mendorong birokrasi adaptif dan berorientasi pada solusi, dua kepala perangkat daerah mempresentasikan implementasi proyek perubahan dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dua pejabat tersebut ialah Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., MSE dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra, ST. Keduanya memaparkan hasil implementasi inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan persampahan yang dikembangkan sebagai bagian dari tahapan PKN Tingkat II.

ADVERTISEMENT

Seminar menghadirkan Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Agus Triyono sebagai penguji. Sementara itu, kedua peserta didampingi Coach Dr. Ir. Sahirman, M.P., dengan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si. bertindak sebagai mentor.

Pada kesempatan tersebut, Nalfira mempresentasikan proyek perubahan bertajuk “Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif, BerLiterasi Aktual dan Relevan)”, sebuah inovasi pembelajaran untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar.

Ia menjelaskan, program tersebut lahir sebagai respons terhadap hasil Rapor Pendidikan yang menunjukkan perlunya penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Kota Payakumbuh.

“Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Nalfira, implementasi program telah diawali dengan pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, penerbitan regulasi pendukung, pelaksanaan workshop bagi guru kelas VI, hingga penerapan Kelas BerNALAR di sekolah dasar negeri se-Kota Payakumbuh.

Program tersebut juga diperkuat melalui gerakan 15 Menit BerNALAR sebelum proses belajar dimulai sebagai upaya membangun budaya literasi dan numerasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Delni Putra memaparkan proyek perubahan bertajuk “Payakumbuh Resik: Strategi Pengelolaan Persampahan Melalui Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Lingkungan.”

Ia menjelaskan, inovasi tersebut disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya timbulan sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga penyesuaian terhadap kebijakan nasional mengenai penghentian praktik open dumping.

“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT