Manajemen PAM Tigo bersama jajaran teknik, kata Prety, tetap memantau distribusi untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan berlangsung normal.
Terkait kekhawatiran pelanggan mengenai tagihan saat terjadi gangguan, Prety menjelaskan pencatatan pemakaian air dilakukan berdasarkan volume yang tercatat pada meteran.
“Tagihan air yang muncul setiap bulan berdasarkan air yang mengalir melalui meteran, artinya air yang digunakan oleh pelanggan. Kalau air tidak menyala atau tidak digunakan, berarti meterannya tidak hidup dan tagihan yang dibayarkan adalah jumlah air yang digunakan,” jelasnya.
PAM Tigo sebelumnya juga mengedukasi pelanggan melalui media sosial resminya mengenai pentingnya menyediakan cadangan air sebagai langkah antisipasi ketika terjadi gangguan distribusi atau peningkatan konsumsi pada waktu tertentu.
Perumda Air Minum Tirta Sago mengimbau pelanggan melaporkan gangguan melalui kanal resmi agar petugas dapat mengetahui lokasi dan bentuk gangguan serta melakukan pemeriksaan jaringan secara tepat.
“Kalau ada keluhan pelanggan, silakan hubungi layanan Perumda Air Minum Tirta Sago melalui DM Instagram @tirtasago atau WhatsApp 0877-6363-6400. Kami akan segera menindaklanjutinya,” pungkasnya.
Saat pertemuan itu Dirut Perumda Air Minum Tirta Sago Kota Payakumbuh Prety Diawati didampingi oleh PLt. Kabag Teknik Hengki Yudi Putra dan Bagian Humas/Pelayanan Medio Nofri Yanto. (MC)












