pemkab muba
BeritaKota Bukittinggi

Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Pemko Bukittinggi dan Kemenekraf Gelar Pelatihan TIK bagi UMKM

19
×

Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Pemko Bukittinggi dan Kemenekraf Gelar Pelatihan TIK bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
Pemko Bukittinggi dan Kemenekraf gelar pelatihan TIK UMKM
Pemko Bukittinggi dan Kemenekraf gelar pelatihan TIK UMKM. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif RI gelar pelatihan dan pendampingan intensif Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk para penggiat UMKM di wilayah terdampak bencana. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi di Istana Bung Hatta, Rabu 12 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rofie Hendria, menyampaikan, bencana yang terjadi pada akhir 2025 kemarin berdampak pada aktivitas usaha, pasar dan perekonomian pelaku ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi. Melalui kegiatan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif ini, Pemko Bukittinggi berharap dapat memperkuat sinergi, edukasi dan pendampingan agar pelaku ekonomi kreatif mampu bangkit dan mengembangkan usahanya kembali, dengan memanfaatkan teknologi.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan peluang pasar dan pengembangan bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi. Pasca bencana, kita tidak hanya ingin kembali kepada kondisi awal, tetapi lebih melangkah maju. Tentunya adaptasi dengan TIK ini, bisa membantu pemulihan ekonomi warga, khususnya bagi para pedagang kecil dan menengah kita di Bukittinggi,” ujarnya.

Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menyampaikan, kegiatan ini merupakan tahap awal dalam program sinergi, inkubasi, akselerasi dan penguatan. Bukittinggi memiliki potensi ekonomi kreatif, khususnya sektor fashion, kuliner dan kriya, yang perlu didorong untuk berkembang secara digital. Kemenekraf hadir untuk memberdayakan pelaku usaha melalui berbagai platform teknologi, termasuk mendorong pemanfaatan platform lokal agar semakin maju dan berkembang di Indonesia.

“Kegiatan ini tidak hanya selesai sampai di sini. Kami akan melanjutkan dengan pendampingan dan pemantauan secara online untuk melihat perkembangan usaha serta kendala yang dihadapi peserta. Tidak hanya kita kerja sama secara MoU di atas kertas, tapi kami betul-betul akan lanjutkan dengan aksi nyata,” ujarnya.

Tri Wahyudi berharap, dari Bukittinggi nantinya lahir pelaku ekonomi kreatif dan startup yang mampu berkembang hingga masuk ke pasar global. Ia juga mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan berkolaborasi dengan para narasumber, sehingga dapat meningkatkan kemampuan, memvalidasi ide, memperluas pasar, serta membangun jejaring dan kolaborasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat Bukittinggi pascabencana akhir 2025. Meskipun tidak mengalami dampak bencana secara langsung seperti daerah lain, dampak bencana tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi Bukittinggi yang bergantung pada sektor jasa, perdagangan dan pariwisata.

“Banyak hal yang dapat dilakukan melalui TIK untuk menghasilkan pendapatan, seperti aplikasi, website dan content creator. Dengan pemahaman TIK, tentu juga dapat membantu promosi dan prosesjual beli setial priduk UMKM secara online. Untuk tindak lanjut yang nyata, Kami berharap peserta dapat membentuk komunitas yang saling membantu dan berbagi,” ungkapnya.

Sekda menambahkan, Pemko Bukittinggi terus melakukan penataan kota agar semakin indah, nyaman dan menarik bagi wisatawan. Hal ini penting karena perekonomian Bukittinggi sangat bergantung pada kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Semakin banyak pengunjung datang, maka semakin banyak pula aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Deddy Rahman, S.T., Digital Branding Strategist dan praktisi personal branding serta produktivitas, yang berpengalaman mendampingi startup dan pelaku bisnis digital dan Dr. Kuntjoro Pinardi, M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor ISTN, yang merupakan ahli mikroelektronik dan Original Device Manufacturing (ODM) dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri elektronika global.

(Aii)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT