pemkab muba
BeritaKemenagKota Sawahlunto

Kemenag Sawahlunto Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam Peringatan HUT ke-81 RI

21
×

Kemenag Sawahlunto Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam Peringatan HUT ke-81 RI

Sebarkan artikel ini
Kemenag Sawahlunto Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam Peringatan HUT ke-81 RI
Kemenag Sawahlunto Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan dalam Peringatan HUT ke-81 RI. (f/ist)

Mjnews.id – Kegiatan zikir dan doa kebangsaan yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto di Masjid Agung Nurul Islam, Senin (17/8/2026), mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkup Kemenag Kota Sawahlunto.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sawahlunto, Jhon Hendri, S.Sos., M.Si., jajaran Kemenag Kota Sawahlunto, serta sejumlah peserta lainnya. Dzikir dan doa bersama dipandu Dafril, M.Pd.I., Zulfahmi, S.Sos.I., M.H., dan Yosef Gunawan, S.H.

ADVERTISEMENT

Lantunan dzikir dan doa memenuhi Masjid Agung Nurul Islam sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., mengatakan peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni. Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi pengingat tentang tanggung jawab setiap warga negara dalam mengisi kemerdekaan.

“Bagi pelajar, salah satu bentuk mengisi kemerdekaan adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Bagi ASN, kemerdekaan diisi dengan bekerja secara ikhlas dan bertanggung jawab,” kata Zulkifli.

Ia menegaskan, pengabdian kepada negara juga merupakan tanggung jawab moral dan keagamaan yang pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan kepada negara maupun Allah SWT.

“Kalau kita sandingkan upacara dengan dzikir, kita kembali mengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar hadiah atau pemberian. Kemerdekaan ini terjadi karena rahmat Allah,” ujarnya.

Zulkifli juga menyoroti pentingnya membentuk generasi yang memiliki kekuatan iman sekaligus ilmu pengetahuan. Menurutnya, pembentukan karakter religius perlu dilakukan sejak lingkungan pendidikan.

Di lingkungan Kemenag Kota Sawahlunto, pembiasaan tersebut antara lain dilakukan dengan melantunkan Asmaul Husna setiap pagi. Kebiasaan itu diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter dan budaya religius di kalangan anak-anak.

Sementara itu, Jhon Hendri mengapresiasi pelaksanaan dzikir dan doa kebangsaan tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan warna berbeda dalam memperingati kemerdekaan.

“Ini sebuah kegiatan yang positif dan belum pernah kami lihat sebelumnya. Kita memulai kegiatan dengan dzikir, dan kami menyambut baik kegiatan ini,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT