pemkab muba
BeritaKabupaten Solok

Pemkab Solok Percepat Pemulihan dan Penguatan Sektor Pertanian dengan Anggaran Rp 54,78 M

37
×

Pemkab Solok Percepat Pemulihan dan Penguatan Sektor Pertanian dengan Anggaran Rp 54,78 M

Sebarkan artikel ini
Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu saat mengunjungi lokasi terdampak bencana hidrometeorologi
Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu saat mengunjungi lokasi terdampak bencana hidrometeorologi. (f/dok.pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok mengarahkan dukungan anggaran sebesar Rp54,78 miliar untuk mempercepat pemulihan dan penguatan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut pada 2025.

Dalam keterangannya, Jumat 28 Agustus 2026, Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu mendorong berbagai program strategis melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan pemerintah pusat. Anggaran tersebut bersumber dari APBN, DAK Fisik, dan APBD Kabupaten Solok.

ADVERTISEMENT

Bencana hidrometeorologi sebelumnya berdampak terhadap kawasan pertanian, mulai dari sawah, jaringan irigasi hingga akses menuju lahan. Karena itu, pemerintah memfokuskan program pada pemulihan lahan sekaligus peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu program utama adalah optimasi lahan sawah terdampak bencana seluas 1.247 hektare dengan dukungan APBN sebesar Rp5,73 miliar. Selain itu, sebanyak 253 hektare lahan sawah direhabilitasi dengan anggaran Rp3,41 miliar.

Pemerintah Kabupaten Solok juga memperoleh dukungan APBN sebesar Rp23,39 miliar untuk optimasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare. Penguatan sektor pertanian turut dilakukan melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi.

Program tersebut mencakup 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan, serta 24 unit irigasi perpompaan.

Dari APBD Kabupaten Solok, pemerintah juga mengalokasikan Rp1,07 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi 10 unit jaringan irigasi usaha tani.

Sementara itu, untuk memperlancar mobilitas petani, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran Rp6,30 miliar. Infrastruktur tersebut diharapkan memudahkan petani membawa sarana produksi serta mengangkut hasil panen.

Perhatian pemerintah juga diarahkan pada sektor pascapanen. Melalui DAK Fisik, dibangun bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung senilai Rp2,31 miliar dan bangsal pascapanen cabai senilai Rp4,17 miliar.

Selain itu, pengembangan komoditas kentang seluas 3 hektare mendapat dukungan APBD sebesar Rp94,95 juta.

Secara keseluruhan, total dukungan anggaran sektor pertanian yang diarahkan untuk Kabupaten Solok mencapai Rp54.787.872.924.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT