BeritaKabupaten SijunjungKesehatan

Terdampak Kabut Asap, Ratusan Warga Sijunjung Alami ISPA

17
Kabut asap menyelimuti Muaro Sijunjung, ibukota Kabupaten Sijunjung
Kabut asap menyelimuti Muaro Sijunjung, ibukota Kabupaten Sijunjung. (f/ist)

Mjnews.id – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Sijunjung dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hingga Selasa (8/9/2026), sebanyak 585 warga tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung tersebut dihimpun dari 13 Puskesmas yang tersebar di delapan kecamatan. Jumlah ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 504 kasus.

ADVERTISEMENT

Kondisi kualitas udara juga menunjukkan situasi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan data IQAir pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.00 WIB, indeks kualitas udara berada pada angka 155 US AQI, dengan PM2.5 sebagai polutan utama. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 61,0 µg/m³.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Harry Oscar, mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dengan mengeluarkan imbauan serta membagikan masker hingga ke tingkat Puskesmas.

“Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh Puskesmas yang ada. Meski demikian, hingga kini belum terjadi kasus yang berat,” ujarnya, Rabu (9/9).

Harry menegaskan, peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius, terlebih kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.

“Kita juga tekankan agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan, terutama menyikapi kualitas udara akibat kabut asap saat ini,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Jaheri, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Pemkab, kata dia, telah menerbitkan surat edaran Bupati Sijunjung yang kemudian ditindaklanjuti seluruh OPD. Dinas Kesehatan juga telah menginstruksikan RSUD, Puskesmas hingga Pustu agar meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan dan obat-obatan.

Exit mobile version