Makna penyematan nama Mohammad Natsir
Rektor UMN Bukittinggi, Alfihan Afrifani Ahmad mengatakan penyematan nama Mohammad Natsir pada perguruan tinggi tersebut bukan sekadar identitas, tetapi sekaligus tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan tokoh tersebut.
“Karena kita menyandang nama Bapak Mohammad Natsir. Seorang ulama, seorang tokoh negarawan, seorang politisi. Nama itu bukan hanya sebatas nama, tapi ada nilai-nilai di sana, ada beban,” ungkapnya.
Alfihan menegaskan, UMN bersama Yayasan Rumah Sakit Islam Sumbar (YARSI Sumbar) berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik. Lulusan diharapkan mampu menghadirkan perubahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Tidak hanya sebatas lulus membawa ijazah, tapi juga harus memberikan perubahan. Perubahan untuk dirinya, perubahan untuk keluarganya, dan perubahan untuk bangsanya,” pungkasnya.
(adpsb)








