Sekretaris Utama BNPB bersama dua direktur BNPB dan Tim Reaksi Cepat juga memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah untuk asesmen lapangan, pemenuhan kebutuhan operasi darurat, dukungan posko serta konsolidasi data.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengarahkan jajaran pemerintah daerah agar penanganan memprioritaskan keselamatan masyarakat. Sementara Wakil Bupati H. Candra terlibat dalam koordinasi penanganan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, termasuk pemantauan pembersihan kawasan terdampak dan evaluasi penanganan darurat.
Penanganan Berlanjut Setelah Tanggap Darurat
Rangkaian penanganan sejak bencana terjadi pada 21 September menunjukkan bahwa pemulihan Arosuka membutuhkan waktu lebih panjang dibanding masa tanggap darurat.
Setelah status tanggap darurat awal berakhir pada 5 Oktober, Pemerintah Kabupaten Solok memperpanjang masa tanggap darurat untuk memastikan proses penanganan dan kesiapsiagaan tetap berjalan.
Tahapan berikutnya tidak hanya mencakup pembersihan material bencana, tetapi juga pemulihan rumah warga, jalan dan jembatan, fasilitas pemerintahan serta lahan masyarakat yang terdampak.
Evaluasi terhadap kawasan sungai dan kompleks perkantoran juga menjadi bagian penting untuk menentukan langkah mitigasi berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, pemulihan Arosuka tidak berhenti pada penanganan korban dan pembersihan material. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan lanjutan untuk mengembalikan pelayanan dan aktivitas masyarakat sekaligus mengurangi risiko terjadinya bencana serupa di masa mendatang.
(siska)









