BeritaKota Payakumbuh

Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Payakumbuh Maju ke Lomba Tingkat Nasional

35
×

Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Payakumbuh Maju ke Lomba Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman bersama Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, Deop Darius dalam tahapan Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman bersama Lurah Sawah Padang Aua Kuniang, Deop Darius dalam tahapan Pemaparan dan Wawancara Calon Juara Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. (f/pemko)

Dari sisi kesehatan masyarakat, kelurahan ini mencatatkan rekam jejak impresif dengan melacak 144 orang terduga tuberkulosis, menangani 15 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta merevitalisasi tiga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Intervensi kesehatan ini disempurnakan melalui inisiatif Dapur Bunda Satya yang berkontribusi menekan angka kekerdilan anak hingga kelurahan tersebut kini berstatus bebas dari kasus stunting.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mealui.Wakil Wali Kota Elzadaswarman yang hadir langsung dalam penilaian tersebut memberikan apresiasi tertingginya. Ia menilai rentetan inovasi tersebut menjadi bukti sahih keberhasilan pemerintah kelurahan dalam menerjemahkan visi pimpinan daerah guna mengintegrasikan kemudahan pelayanan dengan pemberdayaan akar rumput.

ADVERTISEMENT

“Programnya sangat komprehensif. Dampaknya bukan hanya pada pelayanan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” puji Wawako Elzadaswarman.

Ia menambahkan, pesatnya digitalisasi pelayanan di kelurahan tersebut sangat didukung oleh infrastruktur jaringan serat optik yang kini telah menjangkau hampir 98 persen wilayah Payakumbuh. Kesuksesan pengolahan sampah dan penanganan stunting juga dinilai merepresentasikan tingginya modal sosial warga setempat.

“Yang penting, masyarakat ikut bergerak. Sampah menjadi bernilai ekonomi, pelayanan lebih cepat, dan penanganan stunting menunjukkan hasil,” ujarnya.

Masifnya partisipasi kolektif ini secara gamblang terefleksi dari nilai swadaya masyarakat yang menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp1,6 miliar. Ke depan, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang tengah menyiapkan kerangka pengembangan Lapau Sapaku yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata dan pusat kegiatan kreatif berbasis potensi lokal.

Pemaparan komprehensif ini menuai apresiasi positif dari tim penilai regional, khususnya atas kemampuan kelurahan meramu birokrasi, kelestarian lingkungan, dan ekonomi dalam satu napas pembangunan. Menutup presentasinya, Lurah Deop Darius menegaskan komitmen keberlanjutan programnya.

“Kami ingin inovasi ini terus berjalan dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan lingkungan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (MC)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT