Penilaian lomba
Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian lomba berfokus pada kecepatan waktu, sedangkan unsur ketepatan waktu ditiadakan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai sejarah perjuangan, panitia juga mengadakan diskusi sejarah dengan menghadirkan dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar. Peserta turut mengikuti technical meeting sebelum perlombaan dimulai.
LLA-TJPHK V 2026 diharapkan memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menuntaskan perjalanan dan mencapai garis finis. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam, membangun solidaritas, serta menghargai perjuangan para pendahulu.
Perpaduan olahraga petualangan, pendidikan lingkungan, dan pengenalan sejarah lokal menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda.
Dari Bungus, melewati hutan dan perbukitan hingga Kuranji, perjalanan sekitar 40 kilometer tersebut membawa pesan bahwa kecintaan terhadap alam dan penghargaan terhadap sejarah dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, dan memiliki wawasan kebangsaan.
(*/hpr)












