Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ibnu Asis di Ruang Rapat Lantai III Balai Kota Bukittinggi, Kamis 29 Oktober 2026.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, penyelenggaraan rakor Satu Data Indonesia merupakan upaya menyamakan persepsi dalam pengelolaan data pemerintah daerah, sesuai Peraturan Wali Kota Bukittinggi Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Satu Data Indonesia Tingkat Daerah.
Data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar penting dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan.
“Dengan diterapkannya Satu Data Indonesia, diharapkan seluruh data yang dihasilkan SKPD selaku produsen data telah terverifikasi, akurat, dan tidak berubah-ubah. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah agar tersedia satu data yang menjadi pedoman bersama dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan,” ungkap Ibnu Asis.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Bukittinggi, Ade Mulyani, menjelaskan, Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026 bertujuan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam penyediaan data yang akurat dan terpadu untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik bersama Bappeda Provinsi Sumatera Barat dalam pengelolaan data pemerintah daerah.
“Ke depan, kita akan menetapkan data-data prioritas yang harus dikumpulkan bersama oleh produsen data. Sesuai arahan pimpinan, tidak ada satu pun perencanaan yang tidak berdasarkan data. Karena itu, data yang digunakan harus akurat dan selaras agar program pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ade menambahkan, pengelolaan Satu Data Indonesia akan diperkuat melalui pemanfaatan data spasial yang dapat menunjukkan lokasi serta sebaran informasi pembangunan secara terperinci.
Langkah ini diharapkan membantu pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan pembangunan, termasuk kondisi infrastruktur dan sebaran angka stunting, sebagai dasar penyusunan program tahun 2028.
Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Tahun 2026 menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Sumatera Barat, yakni Stevi Amanda, selaku Fungsional Perencana (JFP) Ahli Muda.
(Aii)









