ADVERTISEMENT
Berita

Tari Alang Suntiang Pangulu Meriahkan Festival Tambua Tansa di Padang Laweh, Agam

42
×

Tari Alang Suntiang Pangulu Meriahkan Festival Tambua Tansa di Padang Laweh, Agam

Sebarkan artikel ini
Tari Alang Suntiang Pangulu Meriahkan Festival Tambua Tansa Di Padang Laweh, Agam
Penampilan Tari Alang Suntiang Pangulu saat pembukaan Festival Tambua Tansa di Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. (f/amc)

Mjnews.id – Tari Alang Suntiang Pangulu meriahkan pembukaan Festival Tambua Tansa tingkat Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, di Lapangan Bola Kaki Jorong Talao, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Sabtu 3 Februari 2024.

Tarian adat asli Nagari Padang Laweh tersebut dimainkan oleh anak nagari setempat, yang memukau seluruh tamu undangan.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Hadir diantaranya adalah Bupati Agam, H Andri Warman, Gubernur Sumbar diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan, Yayat Wahyudi, Kepala Disparpora Agam, Dedi Asmar, Kepala Disdikbud Agam Isra, Camat Sungai Pua Ridwan, Wali Nagari Padang Laweh, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Wali Nagari Padang Laweh, Hendri mengatakan, Tari Alang Suntiang Pangulu ini merupakan tarian adat yang asli berasal dari Nagari Padang Laweh.

“Tarian ini dulunya hanya ditampilkan pada acara -acara khusus yang berhubungan dengan Pangulu, sehingga tarian ini menjadi kebanggaan para pangulu atau pemangku adat,” ujarnya.

Dikatakan, Tari Alang Suntiang Pangulu ini menggambarkan keperkasaan burung elang dan simbol kebesaran dari para pangulu.

“Tarian ini juga diiringi dengan alunan musik yang berasal dari alat musik tradisional seperti adok, talempong, saluang, gandang,” jelasnya.

Baca Juga  Indonesia Ekspor Perdana Produk UMKM Bumbu dan Tuna untuk Konsumsi Haji

Uniknya, tarian ini hanya dimainkan oleh laki-laki saja, karena tarian ini menggambarkan etika budaya Minangkabau yang tidak memperbolehkan wanita untuk menari atau tampil di depan para pangulu.

Pemprov Sumbar Dukung Even Wisata Daerah

Gubernur diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Yayat Wahyudi, mengatakan, dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh event-event wisata yang ada di daerah.

Menurutnya, festival tambua tansa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya dalam melihat dan menyaksikan adat dan budaya asli yang ada di Sumbar, khususnya di Minangkabau.

“Oleh sebab itu, kita sebagai orang Sumbar khususnya orang Minangkabau bertanggungjawab untuk senantiasa menjaga dan melestarikan kekayaan adat budaya serta kesenian tradisional Minangkabau yang telah diwariskan kepada kita,” ujarnya.

Dikatakan, tahun 2023 jumlah kunjungan wisatawan di Sumbar lebih kurang sebanyak 11 juta orang, angka ini telah melampaui target Pemprov yaitu sebanyak 8 juta.

Direncanakan untuk 2024 ini, Pemprov Sumbar menargetkan sebanyak 14 juta kunjungan wisatawan.

“Oleh sebab itu, diharapkan kerjasama mulai dari pemerintah nagari dan kabupaten untuk menyukseskan program- program pemerintah provinsi, khususnya dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Sumbar,” harapnya.

Baca Juga  Dilantik Jadi Ketum LASQI, Gus Jazil Bertekad Gairahkan Kesenian Islami

Bercengkerama dengan Warga

Bupati Agam, Andri Warman Bercengkerama Dengan Warga Padang Laweh
Bupati Agam, Andri Warman Bercengkerama Dengan Warga Padang Laweh. (F/Amc)

Sementara itu, Bupati Agam, H Andri Warman tampak akrab bercengkerama dengan masyarakat Nagari Padang Laweh, dengan bersilaturahmi dan mengobrol ringan dengan masyarakat yang hadir.

Walaupun hanya sekedar menyapa dan berswafoto dengan Bupati Andri Warman, terlihat wajah gembira dari masyarakat karena bisa mengobrol dan berfoto langsung dengan orang nomor 1 di Agam itu.

Seperti yang diungkapkan Desi, salah seorang warga yang sempat berswafoto dengan Bupati Agam, ia mengaku senang bisa mengobrol dan berswafoto langsung dengan Bupati Agam.

Menurutnya, Bupati Agam adalah orang yang ramah dan dekat dengan masyarakat, karena beliau mau menyaoa dan mengobrol langsung dengan masyarakat.

Dikatakan, sebagian besar pimpinan daerah dengan agenda dan jadwal yang cukup padat, kami masyarakat kecil ini kadang sulit untuk bertemu dan minta foto,” ujarnya.

“Tapi Bupati AWR berbeda, beliau dengan sengaja menjambangi kami, meskipun walau hanya sekedar menyapa dan bisa berfoto bersama dengannya, kami sangat senang,” ujarnya.

(*)

Kami Hadir di Google News