BeritaHukumNasional

Terkait Kasus Korupsi dana CSR BI-OJK, KPK Minta Sejumlah Anggota DPR Kooperatif

448
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (f/ist)

Mjnews.id – Perkembangan terbaru soal kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi dan Anggota DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera mengumumkan tersangka.

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Pada Senin 4 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

“Dari informasi ataupun keterangan yang sudah dimintai kepada para pihak, nanti akan dilakukan analisis oleh penyidik. Dan tentunya nanti KPK akan segera menerbitkan sprindiknya (tersangka),” ujar Budi.

Budi menegaskan pihak yang merasa dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK, mulai dari pihak internal Bank Indonesia, OJK dan sejumlah Anggota DPR hingga pengelola yayasan dana program sosial untuk berlaku kooperatif.

Dalam perkembangan kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK tersebut, KPK telah memanggil dua anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Fauzi Amro dan Charles Meikyansah, akan tetapi kedua legislator itu dua kali mangkir atau tidak memenuhi panggilan dari KPK sebagai saksi.

“KPK mengimbau kepada para pihak terkait yang dipanggil atau diundang sebagai saksi bisa kooperatif,” kata Budi.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya mengungkapkan secara gamblang motif modus operandi dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK.

Sejumlah nama Anggota DPR patut diduga kuat karena telah mendirikan yayasan fiktif alias bodong untuk menampung dana CSR BI dan OJK untuk kepentingan pribadinya.

Bahkan pihak KPK dalam pernyataannya telah menyebut iniasial HG pelaku yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi CSR BI dan OJK, inisial tersebut adalah adalah Heri Gunawan dari Fraksi Partai Gerindra.

“Nanti kita akan memanggil Bapak HG untuk CSR yang digunakan oleh Pak HG,” kata Asep di Jakarta, pada Selasa 22 April 2025.

Exit mobile version