pemkab muba
InfrastrukturLimapuluh KotaSumatera Barat

Setelah Lebaran, Ruas Jalan Batas Payakumbuh-Sitangkai akan Di-Rigid Beton

482
×

Setelah Lebaran, Ruas Jalan Batas Payakumbuh-Sitangkai akan Di-Rigid Beton

Sebarkan artikel ini
Ruas Jalan Batas Payakumbuh-Sitangkai
Ruas Jalan Batas Payakumbuh-Sitangkai. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau hasil perbaikan jalan rusak yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar di Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Jum’at (28/3/2025).

Mahyeldi menegaskan, perbaikan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dari Kota Payakumbuh ke Sitangkai dan sebaliknya. Fokusnya adalah meratakan dan menutup setiap lubang yang menjadi pemicu genangan air di badan jalan, dengan demikian diharapkan ruas jalan ini layak dan aman untuk dilalui pengendara.

ADVERTISEMENT

“Jelang Lebaran ini, perbaikan kita fokuskan pada penambalan setiap jalan yang berlubang. Alhamdulillah, itu sudah tuntas dan sebagian besar permukaan jalan, sudah kembali rata,” ujar Gubernur Mahyeldi di sela-sela peninjauannya.

Ia kemudian mengungkap, pekerjaan perbaikan jalan ruas batas Payakumbuh-Sitangkai tidak hanya sampai di sini. Setelah Lebaran akan dilanjutkan dengan pengerjaan Rigid Beton (jalan beton dengan konstruksi besi) sepanjang 1,4 Kilometer dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumbar Tahun 2025 sebesar Rp12,3 Miliar.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi meninjau hasil perbaikan jalan rusak Batas Payakumbuh-Sitangkai di Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota
Gubernur Sumbar, Mahyeldi meninjau hasil perbaikan jalan rusak Batas Payakumbuh-Sitangkai di Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. (f/pemprov)

“Kontraknya sudah ditandatangani, jalan Rigit Beton itu nanti akan dibuat dengan ketebalan 37 Cm dan lebar 6 M seperti jalan di Sitinjau Lauik. Rigit Beton dipilih karena dinilai paling cocok untuk menahan beban kendaraan dan tahan lama,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen secara bertahap akan terus meningkatkan kemantapan jalan di Sumbar. Selain menggunakan APBD Provinsi, untuk mewujudkan itu, pihaknya juga terus mengupayakan dukungan anggaran melalui Pemerintah Pusat.

“Ini kenapa baru sekarang dikerjakan, karena kita menunggu kepastian anggaran pasca dilakukannya kebijakan efisiensi,” tegas Mahyeldi.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh Bupati Limapuluh Kota, Safni dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, kemudian juga ada Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II BMCKTR Sumbar.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT