![]() |
| Pengembalian Pipa Paralon Pamsimas Desa Sidarum Tuai Pro Kontra. (f/m. taufik) |
Purworejo, MJNews.id – Musyawarah Desa Khusus guna menyikapi pengembalian pipa pralon program Pamsimas tahun 2020 yang raib dijual oleh Sekdes Desa Sidarum, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, inisial Y, menuai pro dan kontra dari warga masyarakat.
Acara mudesus yang digelar di Balai Desa Sidarum pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2022, dihadiri oleh Tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda Desa Sidarum, Ketua BPD dan anggotanya Pejabat Kecamatan Kutoarjo yang diwakili Kasie Pemerintahah, Kapolsek Kutoarjo diwakili Kanit Intel serta Danramil Kutoarjo.
Para peserta musdesus yang hadir menjadi saksi serah terima pengembalian pipa pralon Pamsimas yang sebelumnya dijual oleh Y kepada Pemdes Sidarum dan akan dicatat sebagai aset Desa.
Kepala Desa Sidarum, Drs. Sugiarto dalam sambutannya mengatakan bahwa persoalan raibnya pipa paralon Pamsimas sudah dikembalikan oleh saudara Y, dan sudah bisa diterima oleh sebagian masyarakat yang ikut hadir dalam musdesus kali ini. Kepala Desa memohon maaf atas kejadian raibnya pipa paralon.
Camat Kutoarjo melalui Kasie pemerintahan berharap kepada masyarakat Desa Sidarum untuk bisa saling memaafkan dan segera membangun kembali tali silaturahmi yang sempat tersumbat dan saling kerjasama dalam membangun Desa, sehingga kerukunan dan keharmonisan akan bisa tercipta kembali.
Sementara Sekretaris Desa Sidarum, Y, memohon maaf atas apa yang telah diperbuat (menjual pipa paralon).
“Hari ini saya mengembalikan pipa paralon sejumlah 472 batang kepada masyarakat Sidarum sebagai bukti tangung jawab saya,” katanya.
Masyarakat Desa Sidarum menerima pengembalian pipa paralon pamsimas sejumlah 472 batang dan memaafkan sikap perbuatan Pak Sekdes.
Namun demikian sebagai sanksi atas perbuatannya, masyarakat Desa Sidarum mendesak Kepala Desa segera mengambil tindakan tegas dan segera memberikan sanksi kepada Sekdes Y atas perbuatannya.
“Agar ke depan Desa Sidarum tidak ada lagi oknum atau perangkat yang melakukan tindakan melawan aturan atau hukum negara,” jelas Jhoni salah satu Tokoh masyarakat yang hadir.
Pernyataan dan sikap Jhoni diiyakan dan didukung oleh tokoh masyarakat lain dan Ketua Karang Taruna Imam.
Ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Markuat selaku orang yang dituakan dalam kegiatan Program Pamsimas memohon maaf kepada masyarakat atas kejadian raibnya pipa paralon pamsimas sehingga masyarakat Desa Sidarum menjadi resah dan terganggu.
“Insya allah pipa sudah diserahkan dan di kembalikan oleh Y agar bisa di simpan di tempat yang aman,” pintanya.
Guna Menindaklanjuti dan pemberian sanksi agar ada efek jera akan segera dilakukan musdes kembali, dikarenakan Pak Sekdes dalam mengambil keputusan menjual pipa paralon tanpa didasari musyawarah atau koordinasi dengan teman sesama perangkat desa dan BPD serta tokoh masyarakat.
(fix)






