pemkab muba
Jawa Tengah

Aliansi Peduli Desa Wadas Adakan Aksi Demo di Depan Mapolres Purworejo

231
×

Aliansi Peduli Desa Wadas Adakan Aksi Demo di Depan Mapolres Purworejo

Sebarkan artikel ini
Aliansi Peduli Desa Wadas Adakan Aksi Demo
Aliansi Peduli Desa Wadas Adakan Aksi Demo di Depan Mapolres Purworejo. (m. taufik)

Purworejo, MJNews.id – Dikerahkannya ratusan aparat Kepolisian dari Polda Jawa Tengah dan Polres Purworejo saat pengawalan dan pengamanan proses pengukuran lahan, guna penambangan batuan andesit sebagai material pendukung pembangunan bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo mendapat kecaman dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Pada Jumat 10 Februari 2022 setelah Shalat Jumat, ratusan orang dari berbagai aliansi masyarakat peduli lindungi Wadas dan elemen mahasiswa Yogyakarta mengadakan aksi demo solidaritas warga Wadas di depan Mapolres Purworejo.
Koordinator lapangan Fikri dalam orasinya menuntut Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Purworejo untuk segera menarik anggotanya di Desa Wadas dan menjamin tidak ada lagi pengerahan personel kepolisian dengan dalih pengamanan ke Desa Wadas, karena hal itu akan membuat traumatik dan juga penderitaan masyarakat Desa Wadas.
“Hak-hak masyarakat Wadas harus di lindungi bukan malah melindungi investor,” katanya.
“Seperti diketahui bahwa masyarakat Desa Wadas mayoritas menolak adanya penambangan batu andesit,” lanjutnya.
“Apabila tuntutan kami tidak didengar, tidak tertutup kemungkinan kami akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi,” imbuhnya.
Wetup Tua Tubun dari YLBHI Yogyakarta mengatakan, banyak kebijakan di rezim Jokowi – Makruf Amin yang justru berpihak pada kepentingan investor bukan berpihak kepada rakyatnya. Banyak tanah-tanah rakyat yang dijarah dengan dalih untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan salah satunya di Wadas Purworejo.
“Produk hukum di era Presiden Jokowi banyak yang dinilai berpihak pada kepentingan investor, salah satunya Undang-Undang tentang omnibus law yang hanya menguntungkan investor,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Fahrurozi melalui Kabag Ren Kompol Suprihadi, SH., MM yang menemui para pendemo menjelaskan bahwa semua personel kepolisian dari Polda maupun dari Polres sudah ditarik semuanya.
“Tidak akan ada pengerahan personel di Desa Wadas,” katanya.
Setelah ada negosiasi yang dirasa cukup para pendemo membubarkan diri dengan tertib.
(fix)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *