Selaras dengan Kementerian Perdagangan, dukungan terhadap penyelenggaraan Harbolnas 2022 juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Selama pandemi, bergaung pula Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang mendorong pengusaha UMKM untuk juga memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya, setidaknya bertahan melawan dampak ekonomi pandemi.
Odo menjelaskan, Gernas BBI saat ini sudah berhasil mendorong lebih dari 12 juta pengusaha UMKM, industri kecil dan menengah, serta para artisan untuk on board di platform digital. Dampak besar lainnya, sudah lebih banyak masyarakat Indonesia yang membeli dan memakai produk lokal seperti dicontohkan para pemimpin negara.
“Dengan perkembangan industri UMKM lokal belakangan ini, saya yakin Harbolnas bisa didominasi transaksi produk dalam negeri. Sebanyak 70 persen dari total transaksi Harbolnas 2022 akan berasal dari penjualan produk lokal,” kata Odo.
Sementara Yudo juga menilai penyelenggaraan festival belanja dengan taburan promo potongan harga masih sangat efektif untuk mendorong daya beli konsumen. “Saat ini, tidak dipungkiri bahwa promo potongan harga, atau apapun bisa meringankan beban pembelian konsumen. Saat ini, konsumen cenderung menahan diri dalam berbelanja sebagai upaya menghadapi resesi global yang harapannya tentu tidak berdampak terlalu buruk bagi Indonesia,” kata Yudo.
(eki)





