Kemendagri

Kemendagri Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di Lhokseumawe

246
×

Kemendagri Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di Lhokseumawe

Sebarkan artikel ini
Kemendagri Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di Lhokseumawe
Kemendagri Canangkan Pembagian Bendera Merah Putih di Lhokseumawe. (f/puspen)

Mjnews.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar kegiatan Pencanangan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2023 di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Sabtu (17/6/2023).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam sambutan yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan, kegiatan pencanangan pembagian bendera merah putih merupakan bagian dari mengenang sejarah lahirnya negara Indonesia. Dia mengingatkan kembali bagaimana perjuangan para pahlawan dalam mengorbankan nyawanya untuk tegak dan berkibarnya merah putih.

“Atas nama Kementerian Dalam Negeri, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi yang diberikan jajaran Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Lhokseumawe sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Mendagri merefleksikan, kemerdekaan pada tahun 1945 diperoleh bukan karena pemberian ataupun hadiah, tetapi melalui perjuangan para pahlawan bangsa. Sebagai bangsa yang besar, rakyat Indonesia tak boleh melupakan sejarah. Hal ini sebagaimana ungkapan Bung Karno “Jas Merah” atau jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sebab sejarah menjadi teladan lengkap dan cermin untuk merumuskan masa depan bangsa ke depan.

Perjuangan tersebut, lanjut Mendagri, termasuk kisah heroik para pejuang Aceh yang harus berhadapan dengan tentara Jepang untuk mengibarkan bendera merah putih pertama kali pada tanggal 23 Agustus 1945. Hal ini menegaskan, bendera merupakan identitas dan sarana pemersatu bangsa. Bendera merah putih juga wujud eksistensi yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

Hal itu sejalan dengan sambutan yang disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Dia mengatakan, bendera merah putih menjadi salah satu simbol persatuan. Bendera kebangsaan Indonesia bukanlah sekadar bendera atau warna, melainkan gabungan dari berbagai filosofi yang penuh makna.

“Warnanya yang merah melambangkan keberanian, putihnya melambangkan kesucian. Bung Karno berkata, merah putih juga menyiratkan arti bibit pertama dari penjelmaan manusia, getih ibu merah dan getah ayah putih. Merah juga dapat diartikan sebagai unsur dasariah manusia, yaitu tubuh. Sedangkan putih mewakili nurani manusia,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj.) Wali Kota Lhokseumawe Imran menyampaikan, kegiatan ini merupakan kerja sama dari seluruh komponen yang ada di Pemerintah Kota Lhokseumawe. Termasuk jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga masyarakat dan para siswa sekolah di Lhokseumawe.

“Inilah bentuk kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan segenap stakeholder yang ada di Lhokseumawe,” ujarnya.

(rel)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600