Kemensos

Pulihkan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM Berat, Kemensos Salurkan Bantuan di Provinsi Aceh

20
×

Pulihkan Hak-Hak Korban Pelanggaran HAM Berat, Kemensos Salurkan Bantuan di Provinsi Aceh

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Joko Widodo pada kegiatan peluncuran Program Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM berat di Indonesia
Presiden RI, Joko Widodo pada kegiatan peluncuran Program Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM berat di Indonesia. (f/humas)

Kementerian dan lembaga negara serta tim pemantau sudah menyusun program-program dan sebagian sudah mulai direalisasikan. Provinsi Aceh dipilih sebagai awal dimulainya realisasi rekomendasi tim PP HAM didasarkan pada tiga hal.

Pertama, kontribusi penting dan bersejarah rakyat dan Provinsi Aceh terhadap kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, penghormatan negara terhadap bencana tsunami tahun 2004 dan ketiga, penghormatan pemerintah yang begitu tinggi terhadap proses perdamaian yang berlangsung di Aceh.

ADVERTISEMENT

Ketiga hal tersebut memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat, relevan dengan agenda pemenuhan hak korban dan pencegahan yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan.

Joko Widodo berharap proses yang baik ini jadi pembuka jalan bagi upaya-upaya untuk menyembuhkan luka-luka yang ada. “Saya berharap ini awal bagi terbangunnya kehidupan yang adil, damai dan sejahtera di atas pondasi perlindungan dan penghormatan pada hak-hak asasi manusia dan kemanusiaan,” kata Presiden 2 periode ini.

Mensos sesaat sebelum berlangsungnya acara sempat berbincang dengan Hafnidaryani, orangtua dari Alfian Nur (14), penerima kursi roda adaptif. Mensos meyakinkan bahwa Alfian yang tidak bisa berjalan sejak lahir bisa mendapat penanganan lebih lanjut. “Supaya mendapatkan terapi lebih baik, Alfian bisa dirawat di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta,” kata Mensos.

Upaya lainnya yang dilakukan Kemensos adalah memberikan dukungan usaha, salah satunya Samsul Bahri (36) penerima manfaat asal Aceh Utara. Ia sempat bercerita bahwa dirinya pernah mengalami trauma-trauma akibat peristiwa sejarah masa lalu. Namun ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah untuk menyembuhkan traumanya.

“Kami pernah merasa terancam, kami trauma dengan sejarah kemarin. Harapan kami kepada pemerintah, kami diberi semangat dengan bantuan ini. Terima kasih atas perhatian dari Kementerian Sosial kepada kami untuk mengembangkan usaha kelontong ini,” katanya sesaat setelah menerima bantuan motor roda tiga untuk usaha kelontong.

Peluncuran program ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menko Polhukam Mahfud MD dan para para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI, Kapolri, para duta besar negara sahabat dan kepala perwakilan organisasi internasional, Forkopimda Aceh serta IDI Aceh Utara dan Aceh Selatan.

Turut hadir mendampingi Mensos Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Don Rozano Sigit Prakoeswa, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Pepen Nazaruddin, Direktur Rehsos Korban Bencana dan Kedaruratan Rachmat Koesnadi, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam Mira Riyati Kurniasih, Kepala Sentra Insyaf Medan Iman Imaduddin dan Kepala Sentra Darussa’adah Aceh Susi Mulyati.

(***)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *