KemendagLampung

Tari Jejama Beguai Waway Tutup Raker Kemendag 2023

436
×

Tari Jejama Beguai Waway Tutup Raker Kemendag 2023

Sebarkan artikel ini
Tari Jejama Beguai Waway Tutup Raker Kemendag 2023
Tari Jejama Beguai Waway Tutup Raker Kemendag 2023. (f/humas kemendag)

Bandar Lampung, Mjnews.id – Agenda Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Bandar Lampung ditutup dengan pementasan Tari Jejama Beguai Waway di Novotel Bandar Lampung, Lampung, Kamis (2/3/2023).

Tari ini dibawakan dengan energik oleh enam penari perempuan dari Forum Komunikasi Persaudaran Lampung Perantauan (FKPLP) menggandeng Nuwo Koneng Production.

ADVERTISEMENT

“Tari Jejama Beguai Waway adalah kesenian khas Lampung yang kerap dipentaskan secara kasual. Kami harap, kesenian Lampung dapat memperkenalkan Lampung dan memikat peserta raker dari luar Lampung, bahkan peserta perwakilan perdagangan yang datang dari luar negeri,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto.

Adapun Sandika Ali sebagai penata tari Nuwo Koneng Production menuturkan, Tari Jejama Beguay Waway melukiskan semangat masyarakat dalam menyambut pembangunan di Provinsi Lampung.

“Rampak kipas dan riang gembira penari merepresentasikan keramahtamahan masyarakat Lampung. Masyarakat Lampung memiliki falsafah hidup pi’il pesenggiri. Artinya, masyarakat Lampung terbuka, namun tetap mempertahankan nilai-nilai luhur kearifan lokal,” ujar Sandika.

Rangkaian hiburan penutupan Raker Kementeriam Perdagangan mengusung tema ‘Memorable Lampung’. Suhanto menjelaskan, raker yang digelar selama dua hari pada 1–2 Maret 2023 di Lampung memberikan kesan yang akan terus diingat seluruh peserta raker.

Dalam penutupan tersebut, turut ditampilkan sejumlah rancangan kain tapis Lampung jenama Latifah (Lita Anomsari) dalam peragaan busana.

Kain tapis adalah salah satu pencapaian peradaban masyarakat Lampung. Di dalamnya, tersimpan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Lampung. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah nilai sakral, stratifikasi sosial, sejarah, pemahaman terhadap alam, kreativitas, inklusivitas, dan nilai ekonomi.

(rel/eki)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *