BeritaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Buka Rapat Kerja FORWANA 2025

475
×

Gubernur Sumbar Buka Rapat Kerja FORWANA 2025

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat membuka Rapat Kerja FORWANA 2025
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat membuka Rapat Kerja FORWANA 2025. (f/pemprov)

Mjnews.id – Untuk menyatukan langkah, menyelaraskan visi pembangunan, serta membangun sinergi dalam mewujudkan kemajuan yang adil dan berkeadaban, Forum Wali Nagari dan Kepala Desa (FORWANA) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Rapat Kerja tahun 2025.

Gubernur Mahyeldi yang membuka rapat kerja di Hotel Axana, Kota Padang, pada Senin 29 September 2025 tersebut, mengusung tema “Sumatera Barat Maju Berbasis Nagari dan Desa.”

ADVERTISEMENT

Kehadiran para tokoh dari berbagai instansi turut menambah bobot strategis kegiatan ini, mulai dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura, hingga Direktur Bank Nagari.

Selain itu, turut hadir Ketua FORWANA Provinsi Sumatera Barat, Dr. C. Zul Arifin, Ketua FORWANA kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, Ketua Panitia MUBES FORWANA Genta Maulana Akbar, serta seluruh wali nagari dan kepala desa dari seluruh penjuru Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari desa dan nagari sebagai unit pemerintahan terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, para kepala desa dan wali nagari adalah ujung tombak pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Peran mereka diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Empat tugas utama yang diemban adalah penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Gubernur juga menyoroti bahwa pembangunan desa bukan hanya sebatas pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum. Lebih dari itu, pembangunan harus menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan pelatihan keterampilan, perubahan pola pikir, hingga membuka akses terhadap sumber daya ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada keseimbangan dan kemajuan di tingkat desa dan nagari.

Mahyeldi juga menilai bahwa kehadiran FORWANA sebagai forum komunikasi antar Wali Nagari dan Kepala Desa sangat penting. Ia berharap FORWANA dapat menjadi ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran, memperkuat solidaritas, dan merancang langkah bersama dalam menghadapi tantangan pemerintahan di tingkat desa.

Gubernur menekankan pentingnya forum ini untuk tetap eksis dan kuat, serta mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah di semua level, termasuk dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan organisasi desa lainnya seperti PABPDSI.

Gubernur Mahyeldi menaruh harapan besar pada forum ini untuk melahirkan kebijakan-kebijakan strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa agenda penting yang perlu dirumuskan melalui Raker ini, antara lain arah penggunaan Dana Desa tahun 2026, penguatan program ketahanan pangan di desa dan nagari, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari kebijakan nasional, serta persiapan pelaksanaan Musyawarah Besar FORWANA yang direncanakan pada Desember 2025 bertepatan dengan berakhirnya masa kepengurusan 2022–2025.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT