BeritaNasional

Lapor ke Presiden, Kepala BGN Sebut Penerima Manfaat MBG Capai 20 Juta

40
Kepala BGN Dadan Hindayana
Kepala BGN Dadan Hindayana. (f/ist)

Mjnews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap soal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah mencapai 20 juta orang penerima manfaat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, seusai melaporkan data terbaru penerima manfaat MBG kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa 12 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

“Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan insya Allah akan mendekati angka 20 juta,” ujar Dadan.

Dadan mengatakan, sekitar 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia sudah melayani penerima manfaat program MBG.

Disampaikan Dadan, ada 14000 SPPG saat ini masih dalam proses beroperasi.

“Dan yang paling penting sebetulnya ada hal yang menonjol di mana 5.103 SPPG yang sudah terdaftar dalam sistem kami, dan juga 14.000 SPPG yang sekarang sedang dalam proses persiapan,” kata kepala BGN ini.

Selanjutnya, Dadan mengungkapkan bahwa SPPG tersebut, merupakan hasil kerja keras nyata dari berbagai mitra yang diantaranya dari pihak TNI, Kepolisian, BIN, NU, Muhammadiyah, Kadin, dan lainnya.

“Apa yang mereka sudah lakukan itu satu satuan pelayanan itu membutuhkan kurang lebih antara Rp1,5 sampai Rp2 miliar,” ungkap Dadan.

Dadan menjelaskan, bahwa alokasi anggaran untuk pembiayaan infrastruktur SPPG yang sudah terealisasi, dana tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tapi dari mitra pihak BGN.

“Jadi, uang yang sudah beredar di masyarakat ini sudah triliun ya, sudah hampir Rp 28 triliun dan itu adalah bukan uang APBN tetapi uang mitra,” jelasnya.

Selain itu, Dadan menegaskan BGN saat ini fokus mengeluarkan dana anggaran makanan bergizi, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui BGN dari APBN sebesar Rp8,2 triliun untuk program MBG dalam pemenuhan gizi kepada penerima manfaat.

“Jadi, MBG sendiri sampai sekarang baru menyerap Rp 8,2 triliun yang difokuskan hanya untuk memberi intervensi gizi. Sementara satuan pelayanannya merupakan bangunan yang dibangun oleh para mitra,” pungkas Kepala BGN Dadan Hindayana.

(*/eky)

Exit mobile version