Nasional

Narasi Negatif Bayangi Popularitas Tiga Calon Presiden di Media Sosial

685
Narasi Negatif Bayangi Popularitas Tiga Calon Presiden di Media Sosial

Kritik dan Saling Serang

Popularitas ketiga kandidat presiden, pada sisi lain, menghasilkan kritik dan perilaku saling serang antar pendukung. Pemicunya adalah pernyataan pihak—termasuk kandidat calon presiden—tertentu tentang isu dan peristiwa yang melibatkan kandidat presiden. Setidaknya terdapat 2 kata kunci dan 2 tagar yang merepresentasikan kritik dan saling serang ini yang menghasilkan volume percakapan sebanyak 90.160 twit.

ADVERTISEMENT

Kritik yang menjadi percakapan terpopuler berasal dari seniman Butet Kartaredjasa yang membacakan puisi dalam internal PDI-P, bertajuk Bulan Bung Karno, dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, (24/6). Isi puisi itu dianggap warganet menyerang kandidat presiden, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto yang dianggap diawasi oleh KPK dan terlibat kasus penculikan pada masa lalu.

“Warganet merespon isi puisi ini dengan mempertanyakan kredibilitas Butet sebagai seorang seniman. Ia dianggap warganet sebagai seniman yang berpihak dan mengabdi pada pemerintahan yang berkuasa’, kata Teguh.

Lebih lanjut, dalam pandangan warganet, Butet kerap bersuara kritis pada masa kekuasaan Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi memilih bungkam ketika pemerintahan Jokowi berkuasa. Percakapan dengan kata kunci ‘Butet’ ini memiliki volume hingga 29.410 dan menjadi trending topic dua hari (18 jam).

Serupa dengan Butet, Warganet juga melakukan serangan terhadap kandidat Presiden Prabowo Subianto. Percakapan populer bernada kritik ini muncul melalui tagar #PelanggarHAMSejati (22.372 twit) dan #praboworajatega (10.493 twit) yang menjadi trending topic pada awal Mei selama 20 jam. Percakapan ini merupakan kritik dari warganet terhadap kejahatan HAM masa lalu yang dilakukan oleh Prabowo ketika masih aktif di militer.

Sindiran antara kandidat presiden juga merupakan bagian dari perilaku kritik dan saling serang ini. Anies Baswedan dalam acara Milad ke-21 yang dihelat di Istora Senayan, (20/5). Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengkritik kandidat presiden lainnya, Ganjar Pranowo.

Meskipun menyindir secara tidak langsung, Anies menyebut dirinya siap untuk beradu gagasan, tetapi kalah jika harus adu lari keliling Indonesia. Seperti yang telah diketahui luas, dalam waktu belakangan ini, Ganjar sering melakukan aktivitas olahraga lari sambil menyapa warga sekitar.

Pernyataan Anies segera menjadi perbincangan populer di kalangan warganet. Melalui kata kunci ‘Gagasan’ yang memiliki volume percakapan hingga 27.939 twit dan menjadi trending topic selama 3 hari (21 jam), percakapan ini menciptakan pro-kontra di kalangan warganet.

“Pihak yang pro memuji gagasan yang dikedepankan Anies dalam merumuskan berbagai kebijakan. Sebaliknya pihak yang kontra mempertanyakan gagasan Anies dalam kebijakan-kebijakan gagal dan membingungkan ketika Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta”, pungkas Teguh.

Riset Respublica Institute menggunakan tagar dan kata kunci populer berdasarkan volume percakapan yang dihasilkan antara 1 April-30 Juni 2023. Secara keseluruhan, terdapat 11 kata kunci dan 6 tagar kata kunci populer yang digunakan dalam riset ini. Seluruh data tagar dan kata kunci diakses dari laman twitter-trending.com, diobservasi secara manual, dan ditelaah dengan metode konten analisis.

(***)

Exit mobile version