pemkab muba
BeritaKemenagKota SawahluntoPendidikan

BKS TPQ/MDTA Kecamatan Lembah Segar Hadang Dekadensi Moral Lewat Penguatan Kompetensi Pendidik Keagamaan

23
×

BKS TPQ/MDTA Kecamatan Lembah Segar Hadang Dekadensi Moral Lewat Penguatan Kompetensi Pendidik Keagamaan

Sebarkan artikel ini
Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar
Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar. (f/ist)

Dari pemetaan empat persoalan besar umat yang dihadapi saat ini, Zulkifli merumuskan beberapa poin rekomendasi taktis yang harus dijamin oleh lembaga pendidikan keagamaan yakni Penguasaan Literasi Al-Qur’an dengan menemukan kembali formula metodologi pengajaran yang pas agar anak didik benar-benar fasih membaca Al-Qur’an, Garansi Bacaan Salat yakni memastikan setiap anak didik menguasai tata cara dan bacaan salat secara presisi, bukan sekadar hafalan formalitas.

Selanjutnya Evaluasi Berkala Santri yakni melakukan peninjauan dan evaluasi langsung terhadap kompetensi anak secara berkala untuk memastikan pemahaman materi keagamaan terserap secara objektif, bukan sekadar menggugurkan presensi belajar serta Restorasi Perilaku yaitu Fokus pada upaya mampelok perangai (memperbaiki tabiat dan akhlak) anak sebagai benteng utama menghadapi krisis moral.

ADVERTISEMENT

Di samping penguatan aspek metodologi dan evaluasi siswa, Zulkifli secara khusus memberikan arahan strategis terkait profesionalisme manajemen organisasi. Ia menekankan agar setiap lembaga TPQ dan MDTA mulai menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) lembaga secara mandiri, terstruktur, dan akuntabel. Kemampuan tata kelola keuangan yang baik dinilai menjadi kunci agar program-program penguatan kompetensi guru dapat berjalan berkelanjutan tanpa terus-menerus bergantung pada stimulus eksternal.

Suasana workshop berjalan dinamis saat memasuki sesi dialog interaktif. Salah seorang peserta guru melayangkan pertanyaan krusial mengenai urgensi adanya jenjang pendidikan Al-Qur’an tingkat lanjutan bagi anak-anak yang telah menyelesaikan proses khatam, agar pembinaan karakter tidak terputus di tengah jalan.

Mendengar masukan tersebut, Kakan Kemenag menyambut positif dan mengakui adanya celah koordinasi yang harus segera dibenahi dalam struktur pembinaan keagamaan daerah.

“Benar sekali apa yang disampaikan oleh Ibu tadi, koordinasi kita di lini tersebut memang masih kurang. Untuk itu, seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) akan menindaklanjutinya dengan mengeluarkan surat resmi demi menghidupkan kembali program pendidikan Al-Qur’an tingkat lanjutan pasca-khatam. Terima kasih banyak atas masukannya yang sangat berharga ini,” respons Zulkifli secara terbuka.

Sebelumnya, Kepala KUA Lembah Segar, Junaidi, mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan mengapresiasi langkah BKS. Ia mendorong para guru untuk kembali mengoptimalkan agenda tahsin bulanan yang sudah berjalan sebagai wadah evaluasi kualitas mengajar secara berkala.

Pelaksanaan workshop yang didanai secara mandiri melalui kas BKS ini membuktikan potret kemandirian institusi lokal di Sawahlunto dalam membangun sinergi dan merespons tantangan sosial masyarakat secara nyata.

(Uni)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT