pemkab muba
BeritaKabupaten Dharmasraya

Menyatukan 3 Daerah, Membuka Jalan Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

8
×

Menyatukan 3 Daerah, Membuka Jalan Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan komitmen bersama menjadikan Koridor Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya (Sajunraya) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)
Penandatanganan komitmen bersama menjadikan Koridor Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya (Sajunraya) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)

Mjnews.id – Di tengah tantangan pemerataan pembangunan di Sumatera Barat (Sumbar), tiga daerah memilih menyatukan langkah. Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya kini tidak lagi bergerak sendiri-sendiri. Ketiganya membangun satu visi besar, menjadikan Koridor Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya (Sajunraya) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sebuah status yang berpotensi membuka jalan bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi kawasan.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama yang berlangsung di Ruang Temu Mayor CPM (Purn) Abdul Majid, Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Senin (6/7/2026).

ADVERTISEMENT

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.

Bagi tiga daerah ini, status PSN bukan sekadar label. Di baliknya terdapat harapan besar agar kawasan yang selama ini memiliki potensi sumber daya alam, pertanian, perdagangan, hingga pariwisata dapat terhubung melalui pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang, arus investasi, dan mobilitas masyarakat diharapkan ikut meningkat.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Siap Usulkan Kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya sebagai Kawasan PSN

Namun, jalan menuju status Proyek Strategis Nasional bukan perkara mudah. Pemerintah daerah harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat, mulai dari kelengkapan data, kesiapan dokumen perencanaan, kepastian tata ruang, penyelesaian perizinan, hingga kesiapan lahan. Seluruh tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan layak atau tidaknya sebuah kawasan ditetapkan sebagai PSN.

Karena itu, komitmen yang ditandatangani bukan sekadar seremonial. Seluruh pihak sepakat memperkuat koordinasi lintas daerah, menyelaraskan kebijakan, mempercepat penyelesaian administrasi, serta memastikan setiap tahapan pengusulan berjalan sesuai ketentuan.

Kolaborasi ini juga menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam membuktikan bahwa pembangunan kawasan tidak cukup dilakukan secara parsial. Sinergi antardaerah menjadi kunci agar potensi ekonomi yang tersebar dapat tumbuh dalam satu koridor pembangunan yang saling terhubung.

Apabila usulan Koridor Sajunraya berhasil ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh tiga daerah tersebut. Kawasan ini berpotensi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Sumatera Barat, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan daya saing daerah, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Kini, komitmen telah ditandatangani. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh janji itu diterjemahkan menjadi kerja nyata. Sebab, keberhasilan Koridor Sajunraya menjadi PSN tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang disepakati, tetapi juga oleh konsistensi pemerintah dalam mengawal setiap proses hingga mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

(sutan)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT