pemkab muba
BeritaKabupaten Dharmasraya

Masyarakat Nagari Sungai Duo Ekspresikan Semangat Kemerdekaan Lewat Pawai Budaya

41
×

Masyarakat Nagari Sungai Duo Ekspresikan Semangat Kemerdekaan Lewat Pawai Budaya

Sebarkan artikel ini
Pawai Budaya HUT RI ke-81 di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya
Pawai Budaya HUT RI ke-81 di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. (f/pemkab)

Mjnews.id – Dari tawa hingga tangis, masyarakat Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, kembali membuktikan kreativitasnya dalam mengemas perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui pawai budaya yang penuh warna dan pesan.

Bertempat di Lapangan Blok B Koto Agung, Sitiung 1, Rabu (19/8/2026), warga Nagari Sungai Duo kembali menghadirkan pertunjukan yang bukan sekadar meriah, tetapi juga membawa penonton menyusuri kembali jejak perjuangan bangsa.

ADVERTISEMENT

Teatrikal kolosal menjadi salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian. Adegan demi adegan mengisahkan perjuangan, dari Kapiten Pattimura melawan penjajah hingga gerilya Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Suasana lapangan seketika berubah. Tawa dan keceriaan pawai perlahan berganti dengan suasana haru ketika para peserta memainkan kembali kepedihan dan beratnya perjuangan para pahlawan.

Tak jarang pengunjung berkaca-kaca. Mereka seakan diajak kembali ke masa ketika kemerdekaan belum berada dalam genggaman, ketika perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan dan bahkan taruhan nyawa.

Namun cerita yang dibangun warga Sungai Duo tidak berhenti pada perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Dari perjuangan masa lalu, cerita kemudian mengalir kepada tugas generasi hari ini untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pesan itu divisualisasikan melalui berbagai gambaran pembangunan dan program yang menyentuh masyarakat baik yang dilaksanakan Pemkab Dharmasraya, Provinsi maupun Pemerintah Pusat, mulai dari Sekolah Rakyat, pelayanan kesehatan, bedah rumah hingga Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil pembangunan dan kemakmuran juga ditampilkan melalui hasil bumi yang dibawa para peserta pawai. Hasil bumi tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas anugerah alam sekaligus buah dari kehidupan yang terus berkembang di tengah kemerdekaan.

Pawai semakin lengkap dengan pesan untuk menjaga alam agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada anak cucu. Keberagaman budaya juga ditampilkan sebagai gambaran kebhinekaan yang menjadi kekuatan dan simbol persatuan Indonesia.

Kreativitas warga, khususnya generasi muda, terlihat dari berbagai replika dan kendaraan hias yang dibawa dalam pawai, mulai dari tank, perahu pinisi hingga pesawat tempur.

Anak-anak dan para remaja juga mengekspresikan cita-cita mereka melalui kostum berbagai profesi, seperti polisi, tentara, ASN, pemadam kebakaran, pengusaha, seniman dan profesi lainnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT