BeritaKabupaten Dharmasraya

Karhutla di Kabupaten Dharmasraya Tertangani dengan Baik

41
Penanganan Karhutla di Kabupaten Dharmasraya
Penanganan Karhutla di Kabupaten Dharmasraya. (f/pemkab)

𝐋𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐬𝐢𝐚𝐠𝐚𝐤𝐚𝐧 𝟐𝟒 𝐉𝐚𝐦

Kolaborasi penanganan Karhutla juga diperkuat dari sisi kesehatan. Seluruh unit layanan kesehatan di Kabupaten Dharmasraya disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Sejak 23 Agustus 2026, kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya berada pada kategori Kurang Sehat hingga Tidak Sehat. Pemerintah daerah secara rutin memperbarui informasi kondisi udara sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

Sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga telah membagikan sekitar 4.000 masker kepada masyarakat.

Edukasi mengenai bahaya Karhutla, termasuk dampak asap terhadap kesehatan, juga terus dilakukan. Pemerintah daerah turut menyiagakan mesin pompa air sebagai langkah antisipasi menghadapi kekeringan lahan, termasuk lahan pertanian.

𝐊𝐞𝐛𝐚𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐃𝐢𝐚𝐧𝐭𝐢𝐬𝐢𝐩𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐤𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢𝐤𝐚𝐧

Berdasarkan catatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Dharmasraya, selama musim El Nino 2026 terdapat sejumlah kejadian kebakaran yang tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Timpeh, Koto Baru, Koto Besar, Koto Salak dan Sungai Rumbai.

Seluruh kejadian tersebut dapat diantisipasi dan dikendalikan dengan baik melalui respons cepat petugas di lapangan, dukungan masyarakat serta koordinasi yang dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, setiap kejadian kebakaran yang muncul dapat kita antisipasi dan kendalikan dengan baik sehingga tidak sampai membahayakan masyarakat,” ujarnya

Menurutnya, keberhasilan penanganan tersebut tidak terlepas dari kesiapsiagaan personel, ketersediaan peralatan, koordinasi lintas sektoral serta respons cepat terhadap setiap indikasi kebakaran.

𝐊𝐚𝐛𝐮𝐭 𝐀𝐬𝐚𝐩 𝐃𝐢𝐝𝐮𝐠𝐚 𝐊𝐢𝐫𝐢𝐦𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐋𝐮𝐚𝐫 𝐃𝐡𝐚𝐫𝐦𝐚𝐬𝐫𝐚𝐲𝐚

Kalaksa menjelaskan, kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat Dharmasraya sejak 24 Agustus 2026 tidak seluruhnya berasal dari kejadian Karhutla di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Hal tersebut terlihat dari catatan kejadian kebakaran di Dharmasraya yang relatif sedikit, lahan yang terbakar tidak terlalu luas dan kejadian kebakaran tidak berlangsung setiap hari.

Berdasarkan pemantauan kondisi lapangan tersebut, kabut asap yang melanda Dharmasraya diduga merupakan kiriman dari wilayah di luar Kabupaten Dharmasraya.

“Kalau kita lihat dari kejadian kebakaran di Dharmasraya, jumlahnya relatif sedikit dan luas lahan yang terbakar juga tidak terlalu besar. Kebakaran juga tidak terjadi setiap hari. Karena itu, asap yang dirasakan masyarakat sejak 24 Agustus lalu diduga merupakan asap kiriman dari luar Kabupaten Dharmasraya,” jelasnya.

Exit mobile version