BeritaBudayaKabupaten Sijunjung

Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf dari Sijunjung Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia

4
×

Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf dari Sijunjung Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyerahkan Sertifikat Ketetapan Menteri Kebudayaan terkait pengakuan sebagai WBTb dari kedua tradisi "Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf" kepada Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyerahkan Sertifikat Ketetapan Menteri Kebudayaan terkait pengakuan sebagai WBTb dari kedua tradisi "Tari Baombai dan Bakpo Nan Saraf" kepada Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir. (f/pemkab)

Baombai ini menceritakan tentang proses atau tahapan kegiatan bertani mulai dari pengolahan tanah sampai panen. Tari Baombai kerap kali ditampilkan dalam kegiatan-kegiatan seni pertunjukkan, baik dalam kegiatan yang diadakan pemerintah daerah maupun festival budaya. Ba Ombai ini sendiri dilestarikan oleh maestro Gusnimar dan Nurtini di Jorong Koto, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII.

Sementara itu, Bakpo Nan Saraf merupakan sebuah kegiatan dalam konteks pengajian kitab di salah satu surau di Sijunjung. Bakpo Nan Saraf merupakan warisan intelektual dari masa silam surau. Bakpo Nan Saraf ini dilestarikan di Surau Simauang oleh Alfitmon Malin Bandaro di Nagari Sijunjuang, Kecamatan Sijunjung.

ADVERTISEMENT

Abdul Gafar berharap penetapan dua karya budaya ini akan semakin memotivasi masyarakat Kabupaten Sijunjung untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta memperkuat identitas budaya Kabupaten Sijunjung di tingkat nasional.

“Dengan telah ditetapkannya dua karya budaya ini, berarti telah menambah deretan karya budaya Kabupaten Sijunjung menjadi 7 (Tujuh) yang tercatat di WBTb. Yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak benda adalah Talempong Unggan (Unggan), Tari Tanduk ( Lubuk Tarok), Marosok (Palangki), Bakaua Adat (Nagari Sijunjung), dan Batobo Konsi (Sijunjung), serta saat ini bertambah 2 lagi, yaitu Bakpo Nan Saraf (Sijunjung), dan Ba Ombai (Padang Laweh),” tukasnya.

(*/dicko)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT