BeritaKabupaten Solok

Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Gotong Royong dan Biasakan Kelola Sampah Rumah Tangga

24
×

Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Gotong Royong dan Biasakan Kelola Sampah Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Gotong Royong Massal dan Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok di kawasan perkantoran Arosuka
Gotong Royong Massal dan Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok di kawasan perkantoran Arosuka. (f/pemkab)

Mjnews.id – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan membiasakan pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya.

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Gotong Royong Massal dan Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok di kawasan perkantoran Arosuka, Kamis 11 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sejak pagi, peserta yang terdiri dari aparatur pemerintah, kader PKK, dan berbagai unsur masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan sekaligus mengikuti edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi bersih-bersih, tetapi juga upaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, mengatakan bahwa persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi melalui perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Melalui gerakan gotong royong dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan, kita ingin membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, langkah sederhana seperti memilah sampah di rumah akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Asnur, SH., MM, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah saat ini diarahkan pada konsep ekonomi sirkular, di mana sampah dipandang sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali melalui bank sampah dan berbagai unit pengelolaan sampah terpadu.

“Penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan strategi yang efektif untuk menekan timbulan sampah. Dengan pengolahan yang tepat, sampah bukan lagi menjadi beban lingkungan, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT