Mjnews.id – Proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik. Sebanyak 10 nama telah dinyatakan lolos seleksi administrasi berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Nomor: 800/06/PANSEL-JPTP-KABSOLOK-2026.
Seluruh peserta yang lolos tentu memiliki rekam jejak, pengalaman, dan kapasitas masing-masing. Tahapan seleksi pun masih berlangsung, sehingga setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Namun, di tengah munculnya sejumlah nama tersebut, Effia Vivi Fortuna Ahadi Destri, S.T., M.M. menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki modal kepemimpinan dan pengalaman birokrasi yang patut diperhitungkan dalam bursa calon Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.
Sekda, Penggerak Utama Birokrasi Daerah
Jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah. Sekda memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan dan memastikan kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program serta pelayanan nyata bagi masyarakat.
Seorang Sekda juga dituntut mampu menjadi jembatan antara pimpinan daerah dengan seluruh perangkat daerah, sekaligus membangun koordinasi yang kuat di tengah dinamika birokrasi.
Dalam konteks inilah, pengalaman kepemimpinan dan kemampuan membangun komunikasi menjadi faktor penting.
Menurut pandangan Penulis, Effia Vivi Fortuna memiliki sejumlah modal tersebut. Pengalamannya dalam memimpin perangkat daerah, termasuk saat mengemban tugas di bidang perumahan dan kawasan permukiman hingga saat ini sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Solok, menjadi bagian dari perjalanan birokrasi yang membentuk kapasitas kepemimpinannya.
Komunikasi dan Kemampuan Merangkul
Birokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui aturan dan struktur organisasi. Lebih dari itu, diperlukan komunikasi yang baik serta kemampuan seorang pemimpin untuk menyatukan seluruh unsur dalam organisasi.
Seorang pemimpin, tidak cukup hanya mampu memberikan arahan. Ia juga harus mampu mendengar, memahami persoalan bawahan, dan membangun suasana kerja yang mendorong tumbuhnya rasa memiliki terhadap organisasi.
Dari pejabat struktural hingga staf pelaksana, setiap unsur birokrasi memiliki peran dalam menentukan keberhasilan pemerintahan.
Karena itu, kemampuan membangun hubungan kerja lintas tingkatan menjadi salah satu karakter kepemimpinan yang penting dimiliki seorang calon Sekda.
Effia Vivi Fortuna dinilai memiliki pendekatan komunikasi yang dapat menjadi modal dalam membangun kekompakan dan soliditas ASN. Kepemimpinan yang baik, pada akhirnya, bukan hanya membuat orang bekerja karena kewajiban, tetapi juga mendorong mereka bekerja karena memahami tujuan bersama.












