Mjnews.id – Berbagai informasi dan potensi Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, kini mulai dihimpun dalam ruang digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) membantu menghadirkan website resmi desa serta media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai wadah untuk berbagi informasi dan memperkenalkan Matobe kepada masyarakat yang lebih luas.
Desa Matobe memiliki banyak hal yang dapat diperkenalkan ke masyarakat luas. Tidak hanya mengenai profil dan pemerintahan desa, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat, kegiatan sehari-hari, keindahan alam, serta berbagai potensi yang dimiliki. Namun, informasi tersebut selama ini masih banyak tersimpan dalam dokumen dan arsip desa dari tahun-tahun sebelumnya dan belum memiliki ruang digital yang dapat menghimpunnya secara bersama.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNP membantu Desa Matobe menghadirkan website resmi sebagai ruang untuk menghimpun dan menyampaikan berbagai informasi desa. Kehadiran website ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat menemukan informasi mengenai Matobe sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal desa Matobe dan berbagai hal menarik yang dimilikinya.
Website Desa Matobe telah mulai dipersiapkan mahasiswa KKN UNP sejak masa pra-KKN. Sesampainya di desa, website tersebut kembali dikembangkan dengan melakukan beberapa perubahan dan penyesuaian hingga siap digunakan. Setelah melalui proses tersebut, website Desa Matobe resmi dirilis pada 1 Agustus 2026 dan kini dapat diakses melalui desamatobe-sikakap.com.
“Website ini bukan hanya kami buat untuk memperkenalkan potensi Desa Matobe kepada masyarakat luas, tetapi juga untuk membantu pemerintah desa mengelola informasi dengan lebih mudah. Selama ini pengelolaan data masih banyak dilakukan secara manual, jadi kami berharap website ini bisa menjadi langkah awal bagi desa untuk mulai beralih ke pengelolaan informasi secara digital,” ujar Stefanie Angelica Sarumaha, salah satu mahasiswa KKN UNP, dalam keterangan yang diterima Redaksi, Kamis 20 Agustus 2026.
Setelah website siap digunakan, mahasiswa KKN UNP kemudian membantu pihak desa melengkapi informasi yang ada di dalamnya. Berbagai data dikumpulkan dari pihak desa, termasuk dokumen dan arsip dari beberapa tahun sebelumnya. Informasi yang terkumpul kemudian ditata dan dimasukkan ke dalam website agar lebih rapi, lengkap, dan mudah diakses.
Agar pengelolaan website dapat terus berjalan setelah program KKN selesai, mahasiswa juga menyiapkan buku panduan yang berisi langkah-langkah dasar dalam memperbarui dan mengelola informasi. Panduan ini diharapkan dapat membantu pihak desa ketika nantinya perlu menambahkan berita, memperbarui data, maupun mengelola informasi lainnya.
“Harapannya, setelah masa KKN kami habis, website ini tetap bisa digunakan dan diperbarui oleh pihak desa. Jadi, manfaat dari program ini tidak hanya berhenti selama kami berada di Matobe, tetapi bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan desa,” ujar mahasiswa KKN UNP.
Kehadiran website ini pun mendapat tanggapan baik dari pemerintah desa dan masyarakat. Bagi Desa Matobe, website tersebut menjadi hal baru karena sebelumnya belum memiliki website resmi untuk memuat berbagai informasi desa.
Bagi aparat desa, website juga memberikan cara baru untuk menyampaikan informasi yang selama ini lebih banyak dikelola secara manual. Salah satunya melalui informasi APB Desa yang dapat dilihat melalui website. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui gambaran mengenai anggaran dan kegiatan pembangunan yang ada di Desa Matobe.












