Pelaksanaan MTQN juga mengalami pengembangan yang pesat dari cabang dan golongan yang diperlombakan. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam mendukung MTQ demi mewujudkan tatanan masyarakat yang religius dan memiliki akhlak Qur’ani.
“Kami mengharapkan semoga MTQ ini tidak semata-mata untuk berlatih dan berlomba dalam membaca Alquran tetapi cara mengedukasi umat untuk mencintai dan membumikan Alquran. Serta dapat meningkatkan kesadaran beragama yang humanis dan terbuka, selain juga sebagai bentuk dakwah penyempurnaan akhlak Muslim dan muslimah,” harap Wako.
MTQ Adalah Gerakan Peradaban
Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya lomba atau tradisi Musabaqah tetapi merupakan gerakan peradaban, gerakan untuk membumikan Alquran, gerakan meneguhkan karakter generasi muda, menjadikan Sumatera Barat sebagai provinsi yang religius.
Dari Sumatera Barat kita berkontribusi menghadirkan Indonesia emas 2045 nantinya.
“Alquran harus hadir bukan dari tilawah tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, pelayanan publik, solidaritas sosial serta dalam kebijakan-kebijakan pembangunan di daerah baik tingkat provinsi atau kabupaten/kota di Sumatera Barat,” jelas Mahyeldi.
Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kota Bukittinggi yang telah bersungguh-sungguh dalam menyiapkan MTQN ke 41 ini. Semoga kerja keras kita semua bisa menjadikan Alquran betul-betul menyatu dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan adanya MTQN tingkat Sumatera Barat ini bisa mewujudkan generasi Qurani yang bukan hanya merdu dalam membaca tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Terciptanya kompetensi yang jujur dan profesional. Menjadi momentum memperkuat silaturahmi antar daerah di Sumatera Barat baik masyarakat dan pemerintah daerah,” jelas Mahyeldi.
Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional Ke-41 tingkat Sumatera Barat ini dihadiri Anggota DPR RI, Mulyadi dan Ade Rizki Pratama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi selaku tuan rumah, para wali kota dan wakil wali kota dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah.
Pembukaan MTQN ke-41 juga dimeriahkan dengan tari kolosal tentang sejarah Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan serta penyanyi religi Opik.
(Aii)












