AdvKota PadangParlemen

Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I 2026/2027

25
×

Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Reses Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah
Reses Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. (f/it)

Mjnews.id – Mengawali reses I tahun 2026/2027, Anggota dan pimpinan DPRD Kota Padang melaksanakan kunjungan kerja (reses) ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Reses anggota DPRD  menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan yang mereka hadapi di lingkungan tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

Ketua DPRD Muharlion Tampung Aspirasi Warga Koto Tangah

Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd, MM., tampung aspirasi warga Abu Hanif Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (4/9/2026).

Warga menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari Penerangan Jalan Umum (PJU), jalan lingkungan, pos kamling, gerbang kawasan, gedung serbaguna hingga rehabilitasi Gedung OPEL.

Di kawasan Pinang Bungkuk dan Banda Labuah, dari sekitar 11 titik tiang listrik yang disebut warga, hanya enam PJU yang dilaporkan berfungsi.

Sementara itu, Gedung OPEL juga diusulkan untuk direhabilitasi dan ditinggikan agar lebih nyaman serta tidak mudah terdampak banjir.

Sementara itu, Ketua RT 02/RW 023, Irwandi, menyampaikan sejumlah kebutuhan warga, di antaranya tenda dan kursi untuk kegiatan masyarakat, perlengkapan Posko, serta bibit sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lingkungan.

Beragamnya aspirasi tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak selalu berbentuk pembangunan fisik berskala besar. Ada pula kebutuhan sederhana yang berkaitan langsung dengan pelayanan sosial, kegiatan warga, olahraga, keagamaan, hingga pemberdayaan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Muharlion mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memastikan dokumen identitas kependudukan tetap tertib.

Menurutnya, kelengkapan administrasi seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP, khususnya bagi warga yang berdomisili di Kota Padang, penting untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik. Salah satunya berkaitan dengan pendidikan anak ketika memasuki jenjang sekolah berikutnya.

“Untuk masuk sekolah tentu perlu mengurus KK dan KTP Padang,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Muharlion kepada masyarakat.

Muharlion menjelaskan bahwa kegiatan reses memang menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat dan mendengar persoalan yang mereka hadapi.

“Kami perlu mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat. Jadi kami tahu persis apa yang akan diperjuangkan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion tampung aspirasi warga Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion tampung aspirasi warga Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah. (f/ist)

Pada Sabtu (5/9/2026), Ketua DPRD Muharlion tampung aspirasi warga dan langsung turun melihat kondisi lapangan di Komplek Graha Bungo Mas RT 05 RW 01 Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah.

Ketua DPRD Muharlion menyampaikan, pada hari Sabtu sore ini kita bisa bersilaturahim di Komplek Graha Bunga Mas RT 05 RW 01, usulan pembangunan jalan sudah kita realisasikan sebagian. Memang hari ini kita lihat langsung di lapangan kondisinya memang sangat memprihatinkan. Mungkin jalan utama ini di 2027 kita bisa selesaikan secara bertahap untuk proses pembangunan yang telah dilaksanakan.

Menurut Muharlion, warga aspirasikan soal jalan utama, jalan lingkungan, kemudian Posyandu belum ada, sementara mereka rata-rata ini usia pasangan produktif, balitanya banyak.

“Jadi harapan mereka punya Posyandu di sini, gedung Posyandu juga belum ada, tempat fasilitas untuk berkumpul pos pemuda atau balai warga ini belum ada, itu aspirasi mereka,” kata Muharlion.

Selain itu, kata Muharlion, mengemuka juga masalah banjir. kalau sudah hujan lebat, rata-rata daerah Bunga Pasang ini umumnya banjir, yang berasal dari Sungai Tarung.

“Maka memang pengendalian banjir secara keseluruhan harus ada alirannya sampai ke Linggar Jati. Persoalan ini kita coba nanti diskusikan dengan Balai Sungai, ini kan bukannya tanggung jawab kota. Nanti kita coba carikan solusi untuk persoalan kita yang ada di sini,” ujar Muharlion.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT