AdvKota PadangParlemen

Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I 2026/2027

27
×

Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Padang Laksanakan Reses Masa Sidang I 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Reses Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah
Reses Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. (f/it)

“Ya, mudah-mudahan nanti dukungan dari semua pihak, lahan juga tersedia dan bisa dikonsolidasi sehingga progresnya berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara Ketua RT setempat menyampaikan terima kasih banyak kepada Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion. Harapan kami ibaratnya beliau sudah mengasih permulaan kami, jalan utama itu sekitar seratusan meter, dan harapannya mungkin dapat diselesaikan di tahun depan setidaknya.

ADVERTISEMENT

“Jalan utama kami ini dapat kami lalui tanpa ada kendala,.karena banyak kerusakan motor dan mobil di sini, jadi mungkin harapan kami itu yang utamanya,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye Gelar Reses di Lapangan Sepak Bola

Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye gelar Reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar
Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye gelar Reses di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar. (f/ist)

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, S.H., menggelar reses masa sidang I tahun 2026/2027 dengan konsep yang terbilang unik. Jika biasanya agenda penyaringan aspirasi dilakukan di ruang pertemuan atau aula kantor camat, legislator ini justru memilih turun langsung ke lapangan hijau untuk menemui warga.

Kegiatan reses tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Yudha Sakti, 133 Kompi Batalyon Air Tawar, Padang, pada Minggu (6/9/2026).

Langkah ini sengaja diambil untuk menjangkau serta mendengarkan secara langsung aspirasi dari para pelaku dan insan sepak bola di Kota Padang.

Puluhan pemangku kepentingan olahraga tampak memadati area kegiatan. Kehadiran peserta didominasi oleh para pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB), atlet, pelatih, official, hingga kelompok masyarakat pecinta olahraga si kulit bundar tersebut.

Mastilizal Aye menegaskan bahwa memilih lokasi di luar ruangan merupakan langkah agar interaksi terasa lebih tepat sasaran.

Menurutnya, masalah sepak bola harus ditinjau langsung di tempat ekosistem itu tumbuh dan berkembang.

“Reses ini memang tugas kita sebagai anggota DPRD untuk menjemput aspirasi masyarakat. Tapi saya sengaja datang ke lapangan, karena sepak bola ya tempatnya di lapangan. Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan SSB, pelatih, atlet, dan insan sepak bola,” ujar Mastilizal Aye.

Ia menyoroti bahwa Kota Padang sejatinya tidak pernah kehabisan talenta muda potensial. Banyak anak-anak daerah yang memiliki bakat alami, namun pengembangannya kerap terhambat akibat minimnya fasilitas pendukung serta tidak tersedianya ajang kompetisi yang rutin dan terstruktur.

Oleh karena itu, Aye mendorong agar SSB di Padang tidak sekadar dijadikan tempat pengisi waktu luang bagi anak-anak pada sore hari.

SSB harus didorong menjadi bagian utama dari sistem pembinaan atlet profesional yang berjenjang, terukur, dan berkelanjutan.

“Kita punya banyak anak-anak berbakat. Jangan sampai bakat mereka berhenti hanya karena tidak ada fasilitas, tidak ada kompetisi, atau pembinaannya tidak berkelanjutan. Anak-anak ini adalah aset Kota Padang yang harus kita siapkan sejak usia dini,” tegasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT