Wisran juga menyebutkan, di tengah kondisi masyarakat saat ini sangat membutuhkan pelayanan dari instansi terkait di bidang pelayanan publik, namun kepala OPD ini malah melakukan perjalanan luar daerah. Jelas hal ini tentu mencederai kepercayaan publik dan terkesan buang-buang uang rakyat.
“Kalau niatnya cuma menjilat, tunggu saja Wali kota atau Wakil Wali Kota pulang. Ini malah terkesan mencari-cari kesempatan supaya ingin dekat dengan kepala daerah terpilih,” timpal Wisran.
Wisran juga meminta kepada kepala daerah Kota Payakumbuh yang sudah dilantik, agar mengevaluasi kinerja kepala OPD yang ikut-ikutan ke Jakarta dengan dalih menghadiri pelantikan kepala daerah.
“Seandainya kepergian OPD tersebut ke Jakarta memakai anggaran daerah yang diduga untuk pelesiran ke Jakarta, Saya meminta DPRD Payakumbuh agar memberikan sanksi yang tegas selaku fungsi pengawasan,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat dihubungi wartawan sekaitan berbondong-bondongnya Kepala OPD Payakumbuh ke Jakarta menghadiri pelantikan kepala daerah terpilih, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban, diduga sedang sibuk.
(Yud)
