BeritaBudayaKota Payakumbuh

Parade Onthel 2025 Perkenalkan Payakumbuh Sebagai Kota Budaya, Ramah Wisata dan Kuliner Lezat

398
Parade Onthel Payakumbuh 2025
Parade Onthel Payakumbuh 2025. (f/pemko)

Tidak hanya parade, malam sebelumnya para peserta disuguhi sajian seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo.

Dari tarian Minang hingga musik saluang dan rabab, semuanya tampil dengan nuansa klasik.

ADVERTISEMENT

“Pesertanya kagum karena bisa menikmati makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemui. Ini juga jadi ajang promosi kuliner lokal,” ujar Yunida.

Aroma makanan tradisional memenuhi udara di sekitar lokasi. Masyarakat pun ikut meramaikan acara, menjadikannya pesta rakyat yang menyatu antara wisatawan dan penduduk lokal.

“Parade Onthel ini bukan hanya milik komunitas sepeda tua, tapi milik semua orang Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman, Wakil Wali Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumatera Barat.

“Insya Allah tahun depan akan digelar lagi, karena dampak ekonominya terasa nyata,” lanjutnya.

Bagi Pemerintah Kota Payakumbuh, Parade Onthel adalah model pengembangan wisata budaya berkelanjutan.

Kehadiran peserta dari luar daerah meningkatkan hunian penginapan, penjualan kuliner, dan omzet pedagan lainnya.

“Dampak ekonominya langsung terasa. Dari penjual makanan, pengrajin, sampai tukang foto keliling semuanya ikut merasakan manfaatnya,” kata Yunida.

Zulmaeta menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari strategi Payakumbuh membangun citra sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan.

“Melalui event budaya seperti Parade Onthel, kita ingin wisatawan melihat bahwa Payakumbuh bukan hanya kota yang indah, tapi juga punya jiwa yang hidup,” ujarnya.

Exit mobile version