Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini, pemerintah menyediakan beras lokal Anak Daro sebanyak 3.700 kilogram dalam kemasan 10 kilogram dengan harga Rp130 ribu per kemasan.
Selain itu, tersedia cabai merah sebanyak 317 kilogram seharga Rp25 ribu per kilogram, bawang merah 320 kilogram seharga Rp20 ribu per kilogram, gula pasir 320 kilogram seharga Rp13 ribu per kilogram, telur ayam sebanyak 320 tray seharga Rp35 ribu per tray, serta minyak goreng kemasan dua liter sebanyak 370 kemasan seharga Rp30 ribu.
Edvidel menjelaskan Simphoni Pangan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan harga dan pasokan pangan strategis, menyediakan data dan informasi yang cepat, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Selain mendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sistem tersebut juga berfungsi mendeteksi secara dini potensi gejolak harga, kelangkaan pasokan, maupun gangguan distribusi pangan melalui mekanisme peringatan dini.
Informasi perkembangan harga pangan selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat melalui aplikasi MyKoPay, media sosial Dinas Ketahanan Pangan, laman resmi Pemerintah Kota Payakumbuh, serta siaran radio.
“Melalui Gerakan Pangan Murah dan Simphoni Pangan, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tetapi juga mendapatkan akses informasi harga pangan yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau sehingga stabilitas pasokan, harga, dan ketahanan pangan daerah dapat terus terpelihara,” ujar Edvidel.
Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Antusiasme masyarakat menunjukkan program stabilisasi pangan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Payakumbuh masih menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang didukung inovasi Simphoni Pangan, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sistem pengendalian pangan yang lebih adaptif, berbasis data, dan responsif terhadap dinamika harga maupun pasokan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keterjangkauan pangan, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya stabilitas ekonomi daerah. (MC)












