Ia menegaskan, Jembatan Bailey dibangun sebagai solusi cepat untuk mengembalikan fungsi transportasi sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.
“Meski bersifat sementara, Jembatan Bailey memiliki daya tahan yang cukup lama dan dapat digunakan bertahun-tahun dengan kapasitas beban hingga 15 sampai 20 ton,” katanya.
Menurut Mitra Hengki, percepatan pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemprov Sumbar dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
“Ini membuktikan bahwa Pemprov Sumbar selalu hadir dan bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil mengatakan putusnya jembatan membuat masyarakat benar-benar terisolasi selama satu setengah bulan. Seluruh aktivitas harus dialihkan melalui jalur alternatif yang jauh lebih panjang.
Ia menyebut sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan perekonomian pada sektor perkebunan karet. Selain itu, sebagian masyarakat lainnya berprofesi sebagai peternak ayam petelur, selama akses terputus, mereka kesulitan mendistribusikan hasil produksinya.
“Selama akses terputus, perekonomian masyarakat praktis lumpuh. Banyak pelaku UMKM memilih menutup usahanya karena aktivitas ekonomi berhenti. Sekarang setelah Jembatan Bailey dibuka, usaha masyarakat mulai berjalan kembali dan ekonomi kembali bergerak,” katanya.
Pendi mengapresiasi langkah cepat Pemprov Sumbar yang dinilainya tanggap merespons kebutuhan masyarakat dengan segera membangun akses penghubung tersebut.
Rasa syukur juga disampaikan Rela Islamiah (26), pemilik warung di sekitar lokasi jembatan. Ia mengaku dapat kembali membuka usahanya setelah arus lalu lintas kembali normal.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada lagi uang yang berputar setiap hari dari hasil jualan kami. Kami sangat berterima kasih karena jembatan ini membuat masyarakat kembali bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pemilik Rumah Makan Elok Basamo, It (60). Sejak jembatan kembali difungsikan, rumah makan miliknya kembali beroperasi dan mulai ramai dikunjungi pelanggan.
“Kami sudah buka lagi sejak jembatan beroperasi. Sopir-sopir truk yang dulu biasa singgah kini mulai kembali datang. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Bapak Gubernur Mahyeldi dan Bapak Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, karena akses ini bisa cepat dibuka kembali. Masyarakat sangat terbantu karena sekarang bisa kembali menjalankan usaha,” tuturnya. (adpsb)












