Target Net Zero Emission
Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengatakan peningkatan penggunaan kendaraan listrik harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya.
Menurutnya, kendaraan listrik berbasis baterai merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.
“Switching ke listrik menjadi salah satu strategi kita untuk mencapai Net Zero Emission tahun 2060, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga rumah tangga dan sektor lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Sumatera Barat telah memiliki 102 SPKLU, dengan sekitar 90 unit di antaranya didominasi oleh PLN. Dari sisi rasio, jumlah SPKLU tersebut masih memberikan ruang bagi pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Barat.
“Di Sumbar itu satu SPKLU melayani sekitar enam kendaraan. Sementara dalam ketentuan, rasionya satu SPKLU melayani 17 kendaraan. Artinya, peluang untuk memperbanyak kendaraan listrik masih cukup luas,” jelasnya.
SPKLU Center dilengkapi lima unit ultra fast charging
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, mengatakan SPKLU Center yang diresmikan tersebut dilengkapi lima unit ultra fast charging dengan kapasitas masing-masing 120 kW atau total 600 kW.
Selain menghadirkan SPKLU Center, PLN juga memberikan program diskon 50 persen untuk pemasangan baru dan tambah daya listrik khusus di Sumatera Barat selama dua minggu. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan PLN dalam momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat.
Arsyadany menyebutkan, hingga Agustus 2026 terdapat lebih dari 580 kendaraan listrik di Sumatera Barat. Secara nasional, PLN telah memiliki lebih dari 3.200 lokasi SPKLU dengan transaksi yang mencapai sekitar 700.000 per bulan.
“Yang paling penting bukan seberapa banyak charger yang dibangun, tetapi seberapa banyak fasilitas ini memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumatera Barat,” katanya.
(adpsb)






