MJNews.id – Perda Nomor 2 Tahun 2020, tentang pengelolaan Lingkungan Hidup. Perda ini bertujuan melindungi dan mengelola lingkungan dengan baik, sehingga bermanfaat secara ekonomi untuk masyarakat.
Agar masyarakat secara umum mengetahui hal itu, Mesra, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Gerindra perlu melakukan sosialisasi, sehingga semua komponen bisa melaksanakannya.
Sekaitan dengan hak tersebut, Mesra turun ke daerah pemilihannya di Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin (17/4/2023), untuk melakukan sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2020.
Acara sosialisasi dihadiri aparatur nagari, jorong, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok tani dan masyarakat lainnya, juga diisi dengan diskusi untuk pemahaman Perda tersebut. Artinya, biar Perda ini sampai ketengah kengah masyarakat, perlu di Sosialisasikan dengan baik, ujar Mesra.
Mesra, menegaskan, peraturan tersebut dibuat tidak lain untuk kepentingan masyarakat, sehingga bisa memanfaatkan lingkungan secara baik, guna peningkatan perekonomian dan masa depan anak-cucu kelak.
“Peraturan ini amat berpihak pada masyarakat, agar bisa memanfaatkan dan mengelola lingkungan secara tepat guna, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, dan bisa terjaga untuk anak-cucu mendatang,” kata Mesra.
Mesra juga menambahkan, jika pengelolaan lingkungan tidak tepat sasaran, maka nilai ekonomi tidak didapatkan, dan kerusakan akan terjadi, maka generasi mendatang akan sulit mengelolanya.
“Kita berharap, lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tapi juga bisa menjadi masa depan kita bersama,” tambahnya.
Dalam sosialisasi tersebut, salah seorang tokoh pemuda Ramon Zamora, mengatakan, semua merasa mendapatkan pencerahan, karena bisa mengulas lebih dalam tujuan dari peraturan tersebut.
“Kami semua merasa senang karena bisa mengetahui aturan tentang pengelolaan lingkungan secara dalam, karena kita bisa diskusi dan menanyakan semua manfaat dari peraturan tersebut, sehingga kita mampu mengelola lingkungan secara baik dan benar, gunanya untuk kepentingan kita juga,” ungkap Ramon Zamaora.
Pertemuan berlangsung cukup baik, dan semua peserta merasa puas, karena mendapat pencerahan dalam sosialisasi tersebut, meskipun saat itu hari sore, namun semua tetap antusias mengikuti sampai selesai.
Meski, Sosialisasi ini dilakukan bertepatan bulan puasa. Namun, antusias masyarakat mengikuti sosialisasi tetap tenang dalam mengikuti sosialisasi yang menyampaikan materi terkait masalah lingkungan hidup.
Diakhir Sosialisasi, Mesra menyentil kerapnya kejadian mobil yang lost kontrol di Nagari Panyalaian. Untuk itu, Mesra menyarankan untuk membuat semacam tanggul dari pasir yang dimasukkan dalam karung.
“Dengan adanya sedikit penghalang yang dibuat akan sedikit mengurangi resiko kecelakaan yang ditimbulkan,” pungkas Mesra.
(Son)






