InternasionalSumatera Barat

PM Kamboja Dukung Rencana Kerja Sama Sister Province antara Sumbar – Phnom Penh

792
×

PM Kamboja Dukung Rencana Kerja Sama Sister Province antara Sumbar – Phnom Penh

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama Perdana Menteri (PM) Kamboja, Yang Mulia Samdech Techo Hun Sen
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah bersama Perdana Menteri (PM) Kamboja, Yang Mulia Samdech Techo Hun Sen. (f/ist)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah berhasil meyakinkan dan mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri (PM) Kamboja, Yang Mulia Samdech Techo Hun Sen untuk jalin kerja sama “Sister Province” antara Provinsi Sumatera Barat (Pemprov. Sumbar) dan Phnom Penh yang rencananya ditandatangani pada Agustus 2023 mendatang.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, kerja sama Pemprov. Sumbar dengan berbagai pihak, termasuk luar negeri penting untuk dilakukan guna mengakselerasi pembangunan di segala bidang.

ADVERTISEMENT

“Akselerasi pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas. Perlu kerja sama dengan berbagai pihak agar percepatan pembangunan itu bisa dilakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait hasil kunjungan kerjanya ke Kamboja di Istana Gubernuran, Padang, Minggu (7/5/2023).

Mahyeldi menuturkan, salah satu sektor yang tengah gencar dikembangkan pihaknya saat ini adalah pariwisata. Karena itu, kerjasama di bidang tersebut menjadi prioritas untuk dijajaki, diantaranya untuk meningkatkan kapasitas SDM kepariwisataan, promosi dan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat (Sumbar).

Apalagi, saat ini Sumbar tengah mencanangkan program Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023 dengan target 8,2 juta kunjungan wisatawan.

Gubernur Mahyeldi menambahkan selain sektor pariwisata, sektor pendidikan dan perdagangan juga menjadi perhatian khususnya karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian daerah.

Terakhir Ia berharap, penjajakan kerjasama sister province dengan Ibukota Negara Kamboja ini bisa memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah di Sumbar.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Doni Rahmat Samulo mengatakan Delegasi Kamboja dijadwalkan datang ke Sumbar pada tanggal 1 sampai 2 Agustus 2023. Ia menyebut itu merupakan kunjungan balasan dari kunjungan delegasi Sumbar sebelumnya pada 30 April-3 Mei lalu.

Ia mengatakan, selain membahas penjajakan kerjasama untuk sektor pariwisata, pendidikan, dan perdagangan. Delegasi Sumbar juga buka peluang untuk kerjasama di bidang kepemudaan serta sertifikasi halal.

Kerja sama bidang kepemudaan melalui pertukaran pemuda dinilai strategis untuk lebih memperkenalkan ke dua daerah kepada dunia internasional.

Menurutnya, keseriusan Kamboja untuk bekerjasama dengan Sumbar terlihat dari langsung digelarnya pembicaraan lanjutan usai rencana tersebut mendapat dukungan dari PM Kamboja Yang Mulia Samdech Techo Hun Sen.

Dalam pembicaraan lanjutan itu, hadir Gubernur Phnom Penh dengan didampingi oleh Vice Governur, Deputy Governur dan beberapa pejabat Kamboja lainnya dan berhasil melahirkan beberapa poin rencana kerjasama.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *