BeritaPadang Panjang

Pj Wako Padang Panjang Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD tentang APBD 2025

4
×

Pj Wako Padang Panjang Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi DPRD tentang APBD 2025

Sebarkan artikel ini
Penjabat Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra
Penjabat Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra. (f/pemko)

Berkaitan dengan pertanyaan Fraksi Nasdem perihal kurang menggeliatnya Pasar Pusat dan rendahnya daya beli masyarakat, Sonny menyampaikan, untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemko telah melakukan promosi terpadu untuk menarik pengunjung, meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas pasar.

Ke depan pihaknya akan berupaya mengintegrasikan Pasar Pusat dengan ekosistem digital. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan ke pasar tetapi juga mendongkrak daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

Berkaitan pertanyaan Fraksi PAN dan Fraksi Demokrat Karya Kebangkitan Bangsa tentang penciptaan lapangan kerja baru, Sonny menyampaikan, Pemko berkomitmen untuk mendorong penciptaan lapangan pekerjaan baru melalui berbagai inisiatif. Di antaranya memperkuat pelatihan keterampilan, seminar kewirausahaan, dan pendampingan bagi calon pengusaha dan UMKM.

“Selain itu, juga ditingkatkan fasilitasi akses permodalan dan pemasaran melalui platform digital dan pameran produk. Di antara program unggulan adalah Rumah Wirausaha dan Program Subsidi Bunga/Margin SAYANG UMI. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan akses untuk menciptakan lapangan kerja, khususnya di sektor ekonomi kreatif, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Sonny mengungkapkan, dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan 2025, pihaknya berfokus pada renovasi dan pembangunan fasilitas pendidikan yang mendesak, seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas sanitasi. Serta penyediaan perangkat teknologi untuk mendukung pembelajaran digital. Untuk mengatasi terbatasnya anggaran juga telah disusun skala prioritas.

“Kita juga telah menggandeng sektor swasta dan lembaga pendidikan tinggi melalui kemitraan, serta memaksimalkan penggunaan dana hibah, CSR, dan DAK. Semua langkah ini dirancang untuk memastikan pendidikan yang berkualitas dan mendukung pengembangan generasi yang kompeten serta berdaya saing,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan pertanyaan dari Fraksi PBB-PKS mengenai kelanjutan pembangunan dalam masa transisi menjelang adanya wali kota hasil pilkada, Sonny mengatakan, pemerintahan selama masa transisi sudah menyusun Rencana Pembangunan Daerah atau RPD 2024-2026 yang menjadi dasar untuk perencanaan dan penganggaran 2024, 2025 dan 2026.

Di samping itu juga terdapat 10 prioritas yang diamanatkan Menteri Dalam Negeri untuk dilaksanakan selama masa transisi. Di antaranya Penurunan Stunting, Peningkatan Kualitas Layanan Publik, Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Pengendalian Inflasi, Optimalisasi Penyerapan Anggaran, dan lain-lain. Termasuk mendukung pelaksanaan pesta demokrasi 2024.

(arb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT