BeritaSolok Selatan

Begini Komitmen Solok Selatan Bangun ASN Profesional dan Berintegritas

244
×

Begini Komitmen Solok Selatan Bangun ASN Profesional dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Deputi Pembinaan dan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Dr. Herman ke Solok Selatan
Kunjungan Deputi Pembinaan dan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN, Dr. Herman ke Solok Selatan. (f/pemkab)

Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memaparkan penerapan Manajemen Talenta ASN kepada Deputi Pembinaan dan Penyelenggaraan Manajemen ASN Badan Kepegawaian Negara (BKN), Dr. Herman, M.Si, Jumat 7 November 2025.

Hadir Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, didampingi Sekretaris Daerah Drs. Syamsurizaldi, serta Kepala BKPSDM Osmaidi.

ADVERTISEMENT

Bupati Khairunas menjelaskan bagaimana pada awal masa kepemimpinan, budaya kerja ASN masih menghadapi tantangan, terutama terkait disiplin dan capaian kinerja. Langkah pembenahan kemudian dilakukan melalui penerapan digitalisasi manajemen kinerja yang terukur dan berbasis data.

“Kini, absensi ASN telah berbasis titik koordinat (geo-tagging), pelaporan kinerja harian dilakukan secara elektronik, dan evaluasi ASN disusun melalui analisis data terintegrasi,” terang Khairunas.

Bupati H. Khairunas menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus berangkat dari tata kelola SDM yang tepat.

“Kami berkomitmen menerapkan manajemen talenta dan merit system sebagai fondasi utama birokrasi. ASN yang tepat pada posisi yang tepat adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Drs. Syamsurizaldi menekankan bahwa transformasi ASN bukan hanya soal teknologi, melainkan perubahan pola pikir dan budaya kerja.

“Digitalisasi hanya alat. Yang paling penting adalah kemauan ASN untuk berubah. Kami ingin membangun aparatur yang lebih disiplin, profesional, dan bangga melayani masyarakat. Ketika budaya kerjanya berubah, maka pelayanan publik akan ikut meningkat,” ujarnya.

Kepala BKPSDM Solok Selatan, Osmaidi menambahkan bahwa penerapan manajemen talenta juga membuka ruang pengembangan karier yang lebih objektif dan adil.

Proses promosi jabatan kini tidak lagi bergantung pada senioritas, tetapi pada kompetensi, prestasi, integritas, serta potensi.

(sus)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT