Mjnews.id – Di sebuah sudut Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, seorang ibu menatap isi paket yang baru saja ia terima. Telur, ayam, dan bahan pangan bergizi lainnya tersusun sederhana, namun menghadirkan rasa lega yang tak sederhana. Ia tahu, hari itu anaknya akan makan lebih baik dari biasanya.
Bagi banyak keluarga, memenuhi kebutuhan gizi anak bukan perkara mudah. Di tengah keterbatasan, pilihan makanan sering kali bukan soal seimbang atau tidak, tetapi sekadar ada atau tidak. Di sinilah peran TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga hadir, menjawab kebutuhan yang sering luput dari perhatian, yaitu tentang kebutuhan gizi anak.
Melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), TNI AD menyasar langsung balita dengan kondisi gizi kurang atau yang berat badannya tidak kunjung naik. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret dalam mencegah stunting sejak dini, dengan pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran.
Bahan makanan yang diberikan pun dipilih dari pangan lokal yang mudah dijangkau, namun kaya akan protein hewani seperti, telur, ikan, ayam, hingga hati. Bukan tanpa alasan, karena asupan inilah yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak.
Program PMT bagian penting dari TMMD ke-128 di Krangean
Yang membedakan, program ini tidak berhenti pada pembagian bantuan saja. Personel Satgas datang langsung ke rumah-rumah warga, menyusuri jalan kecil, memastikan setiap paket sampai ke tangan yang tepat. Di setiap kunjungan, bukan hanya bantuan yang diserahkan, tetapi juga perhatian dan kepedulian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“PMT ini menjadi bagian penting dari TMMD. Kami ingin hadir tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memastikan anak-anak di desa mendapatkan hak dasarnya, yaitu gizi yang cukup,” ungkap Kapten Inf Karna, Perwira Pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, Kamis (30/4/2026).
Sementara itu, Ani, salah satu ibu dari balita penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya program PMT ini. Baginya, memberikan makanan yang bergizi bagi anak adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh orang tua kepada anaknya.
“Bagi saya, walaupun susah, gizi untuk anak tetap wajib dipenuhi. Untuk itu saya sangat bersyukur dan sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan ini, anak saya jadi terbantu untuk pemenuhan gizinya,” ujarnya.
Di balik langkah-langkah sederhana itu, tersimpan dampak besar. Sepiring makanan bergizi hari ini bisa menjadi pondasi bagi masa depan anak-anak desa—membantu mereka tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi hari esok.
Di Desa Krangean, TMMD menunjukkan bahwa membangun masa depan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dari sepiring gizi yang diantar dengan kepedulian, lalu diterima dengan harapan. (*)












