BeritaJawa TengahTNI

Kopi Hangat di Tengah Pembangunan RTLH TMMD ke-128 Purbalingga di Desa Krangean

13
×

Kopi Hangat di Tengah Pembangunan RTLH TMMD ke-128 Purbalingga di Desa Krangean

Sebarkan artikel ini
Minum kopi hangat di tengah pembangunan RTLH TMMD ke-128 Purbalingga
Minum kopi hangat di tengah pembangunan RTLH TMMD ke-128 Purbalingga. (f/pendim)

Mjnews.id – Aroma kopi hitam sederhana tercium dari sudut rumah milik Agus di Desa Krangean. Di tengah tumpukan pasir, adukan semen, dan suara alat kerja yang saling bersahutan, secangkir kopi menjadi penghangat suasana pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga.

Pagi itu, warga bersama Satgas TMMD tampak beristirahat sejenak di sela pengerjaan rumah Agus. Beberapa duduk santai di teras, sebagian lainnya berdiri sambil menikmati kopi hangat yang disajikan sederhana. Meski hanya kopi hitam dan camilan seadanya, suasana terasa penuh keakraban.

ADVERTISEMENT

Obrolan ringan pun mengalir di tengah lelah yang mulai terasa. Canda kecil sesekali terdengar, membuat pekerjaan berat seakan menjadi lebih ringan dijalani bersama.

Agus, pemilik rumah RTLH yang sedang dibangun, mengaku senang melihat kebersamaan yang tercipta selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, kopi sederhana itu menjadi penyatu semangat antara warga dan Satgas TMMD.

“Walaupun cuma kopi sederhana, tapi rasanya senang bisa dinikmati bareng-bareng setelah bekerja. Suasananya jadi hangat dan akrab,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Di sela istirahat singkat itu, tak terlihat sekat antara warga dan anggota Satgas. Semua duduk bersama, menikmati kopi sambil memandangi rumah yang perlahan mulai berubah menjadi lebih layak huni.

Bagi Agus, bantuan pembangunan rumah melalui TMMD bukan hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan yang begitu terasa di setiap prosesnya.

“Saya bersyukur sekali. Bukan cuma rumah yang dibangun, tapi kebersamaan seperti ini juga membuat kami merasa diperhatikan,” katanya.

Tak lama setelah cangkir kopi mulai kosong, warga dan Satgas kembali berdiri melanjutkan pekerjaan. Dengan semangat yang sama, mereka kembali mengangkat material dan meneruskan pembangunan, ditemani kebersamaan sederhana yang tumbuh dari secangkir kopi hitam. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT